Mudah Ditebak, Benarkah D’Academy Asia Sudah Disetting?
Beberapa hari terakhir netizen di media sosial mulai mempertanyakan acara yang dihelat di stasiun televisi Indosiar ini.
TRIBUN-TIMUR - Kontes Dangdut Akademi Asia (DAA) menuai sorotan. Hal itu tak lepas dari banyaknya keputusan juri yang dianggap tak objektif.
Korbannya adalah peserta dari Indonesia Evi Masamba. Evi terdepak dari lima besar (top 5) setelah diluar mendapat poin rendah dari juri Malaysia 80 angka. Sehari sebelumnya peserta Indonesia lainnya Irwan juga merasakan hal demikian.
Beberapa hari terakhir netizen di media sosial mulai mempertanyakan acara yang dihelat di stasiun televisi Indosiar ini.
Di akun twitter @indosiar, tak sedikit tweeps yang mulai berkomentar miring. Acara ini dianggap adalah settingan (diatur).
@fitriandriyant3 berkicau “ketahuan nih acara gak mau Indonesia semua di grand final makanya ada trik evi dan irwan jadi korban.”
Inilah dia hasil akhir untuk malam ini. #DAcademyAsia pic.twitter.com/iUHKRMER2f
— Indosiar (@IndosiarID) December 26, 2015
Follower @kurusman menulis, “udah gw tebak, lah udah bisa ketebak. Pasti nanti yg menang lesti, sihah juara 2. H.mmnm ga menarik.”
“Fitri yg disenggol ya?? yups...sesuai prediksi ini sudah di seting..agar ada wkil dri luar duduuuuuuuuduuuu....,” kicau @arfaniarya.
“udh disetting ,udh tau yang menang ,danang lesti shiha ,wkwkwk,” kicau @@babys.
Meski demikian ada juga netizen yang meski kecewa tetap menyebut acara ini bukan settingan.
“klo DAA di bilang acara setingan, aku ga setuju banget..tp klo mslah poin Evi yg rendah kayay emg d sengaja biar finalisy lolos,” tulis @DiandraThomas3.
@UpikRizky_26 juga sependapat, “kenapa masih saja ada yg berfikir,ini acara settingan..?apa karna jagoannya tdk masuk grand final.fitnah yg tak brtanggung jawab.”
Terkait tudingan netizen, pihak Indosiar belum memberikan klarifikasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pak-ngah_20151226_181636.jpg)