Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Setya Novanto Mundur

Surat Pengunduran Diri Setya Novanto Palsu? Lihat, Ini yang Aneh

Pengunduran diri politikus Partai Golkar itu terkait dengan terjertanya dirinya dalam kasus “Papa Minta Saham”.

Editor: Edi Sumardi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Junimart Girsang menunjukkan surat pengunduran diri Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR saat pembacaan putusan sidang etik MKD di Ruang Sidang MKD, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (16/12/2015). MKD menutup kasus sidang kode etik yang dilakukan Setya Novanto dikarenakan Setya Novanto mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPR. 

Dalam salinan surat yang beredar, Novanto terlihat menggunakan kop surat berlogo Garuda Pancasila dengan tulisan “Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia” di tengah atas.

Sebelumnya, penggunaan kop surat seperti ini sempat disebut palsu oleh kesekretariatan pimpinan DPR.

Kop surat menyerupai ini juga terdapat pada surat pengantar dari Novanto kepada PT Pertamina (Persero) perihal kerja sama perusahaan BUMN itu dengan PT Orbit Terminal Merak (OTM).

[Surat yang disebut berasal dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto kepada Pertamina. Pertaminan membenarkan adanya surat ini, namun Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyebut surat itu palsu. FOTO: HAND OVER]

Surat dilayangkan dengan kop tulisan “Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia” di tengah atas ditujukan ke Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto tertanggal 17 Oktober 2015.

Dalam surat itu, Setya Novanto juga menyertakan beberapa surat lampiran, misalnya notulensi rapat negosiasi awal antara Pertamina dan PT OTM, surat berisi penyesuaian kapasitas tangki timbun di PT OTM, surat review kerja sama pemanfaatan terminal BBM Merak, dan lainnya.

"Sesuai dengan pembicaraan terdahulu dan informasi dari Bapak Hanung Budya Direktur Pemasaran dan Niaga, sekiranya kami dapat dibantu mengenai addendum perjanjian jasa penerimaan, penyimpanan, dan penyerahan bahan bakar minyak di terminal bahan bakar minyak antara PT Pertamina (Persero) dengan PT Orbit Terminal Merak yang sudah bapak terima beberapa minggu lalu," demikian tertulis dalam surat itu. 

Dibantah Karena Alasan Palsu

Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Perwakilan Rakyat kemudian membantah adanya surat itu.

Setjen DPR melalui Bagian Tata Usaha menyatakan tak pernah menerbitkan surat itu. 

[Surat dianggap palsu (kiri) dan kop surat dianggap asli (kanan). FOTO: AKTUAL.CO]

Surat itu bahkan dituding adalah surat palsu karena tidak sesuai dengan standar resmi penyuratan di DPR. 

Adapun untuk surat yang asli, kop DPR berada di sisi kiri, tidak di tengah seperti surat yang beredar di wartawan. Selain itu, tidak ada nomor surat di kop surat yang beredar.

Novanto juga mengaku tidak mengetahui surat tersebut sehingga akhirnya Hani pun dipercaya untuk menyampaikan klarifikasi ke media.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved