Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ini Penyebab Meningggalnya Akbar Alwi Menurut Ketua Mapala UVRI Makassar

Karena sebelumnya almarhum sudah memiliki riwayat sakit maag.

Tayang:
Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Seorang Mahasiswa Mapala Fakultas Teknik Pertambangan, Universitas Veteran Indonesia (Uvri) Makassar Akbar Alwi (20) meninggal saat melakukan pendakian gunung, Senin (7/12/2015) sore. Mayat korban disimpan di ruang jenazah Puskesmas Bantimurung 

Laporan wartawan Tribun Timur, Hasan Basri

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang Mahasiswa Mapala Fakultas Teknik Pertambangan, Universitas Veteran Indonesia (UVRI) Makassar Akbar Alwi (20) meninggal saat melakukan pendakian gunung, Senin (7/12/2015) sore beberapa hari lalu.

Menurut Wakil Ketua Mapala UVRI Makassar, Riskan Chairil, peserta pendidikan dan latihan (Diklat) itu meninggal karena sebelumnya almarhum sudah memiliki riwayat sakit maag.

"Dia meninggal bukan karena ada unsur penganiayaan, seperti yang diberitakan beberapa media pada saat itu, kata Riskan Chairil saat berkunjung ke kantor Tribun Makassar guna mengklarifikasi pemberitaan beberapa media di Makassar, Senin (14/12/2015) malam.

Chairil menceritakan, kematian rekanya atau peserta Diklat berawal ketika almarhum mengikuti Diklat Cinta Alam Mapala UVRI di Malino pada tanggal 30 November sampai 7 Desember 2015.

Kegiatan itu dimulai dilaksanakan dari dusu Kaccilolo, Malino Kabupaten Gowa, Sulawesi selatan sampai ke bisla, dusun Pattunuang, kabupaten Maros. "Awalnya masih dalam kondisi sehat," kata Chairil.

Setelah almarhum dan peserta lainya mengikuti penerapan materi survival, kata Riskan almarhum dan peserta lainya kembali melanjutkan perjalanan menuju kabupaten Bonto bonto. "Pada saat itu, almarhum sempat terjatuh ke jurang dengan kedalaman 2 meter. Korban saat itu mengalami luka memar pada bagian mata akibat terkena benda cukup keras," sebutnya

Dia mengatakan, pada saat kejadian korban sempat diberikan pertolongan. Usai kejadian, korban dan peserta lainya kembali melanjutkan perjalanan ke Camp di kampung Bonto bonto Maros. "Kondisi almarhum saat itu masih kuat sehingga dilanjutkan perjalanan , paparnya.

Sehari kemudian, tepatnya Minggu (16/12/2015), para peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Kampung Sarea, Maros. Dalam perjalanan kondisi almarhum masih sehat..

Setelah tiba di Maros, Akbar sempat makan buah nangka, jamur, dan mangga yang masih mengkal. Dia juga makan nasi namun hanya dua sendok.

Kata Riskan kondisi almarhum mulai ada tanda tanda sakit ketika persiapan melanjutkan perjalanan ke Bisla, Dusun Pattunuang, kabupaten Maros pada Senin (7/12/2015). "Sebelum melakukan perjalanan ke daerah selanjutnya almarhum sudah mengeluh mengenai perutnya," ujarnya.

Akbar Alwi meninggal di Puskesmas Bantimurung. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved