Dedi Alamsyah: Alhamdulillah DPI Tak Jadi Bubar
"Ini bukan kesombongan, bukan pula jumawa.Melainkan ini adalah sikap seorang yang mendirikan sebuah perusahaan layanan jasa konsultan politik," ujarny
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Direktur Eksekutif Duta Politika Indonesia (DPI), Dedi Alamsyah Mannaroi menyebar pesan berantai sebelum usai hitung cepat Pilkada Gowa.
Ia menganggap kredibilitas konsultan politik dan lembaga survei ketika berhasil memenangkan pasangan calonnya.
Nazarnya pun akhirnya terwujud ketika pasangan Bupati dan Wakil Bupati Gowa, Adnan Purichta IYL dan Tenri YL berhasil menang versi Quick Qount Versi CRC dan PT LSI.
Sebelumnya, Dedy bersumpah akan membubarkan DPI jika Adnan-Kio kalah dalam pertarungan Pilkada Gowa.
"Ini bukan kesombongan, bukan pula jumawa.Melainkan ini adalah sikap seorang yang mendirikan sebuah perusahaan layanan jasa konsultan politik," ujarnya.
Ia menyampaikan hal ini setelah adanya konsultan politik yang selama ini mendengang dengungkan kredibilitas.
"Tapi sayang nya kredibilitas seakan - akan cuma dibibir. Masih ada yang takut kalau piringnya pecah. Padahal bagi saya ketika perhitungan salah dan klien kalian kalah, maka saat itu pula kalian sudah tidak punya kredibilitas maupun integritas," ujarnya.
Ia pun mengatakan metode lembaga survei sama tapi aplikasi lapangan dan cara menjalankan perusahaan ini yang beda.
"Sulit memang mencari perusahaan yang sanggup dan mampu berikan jaminan,apalagi kepada publik. Kredibilitas bukan barang yang murah dan gampang diucapkan.
Kredibilitas terbangun melalui dua unsur yang sangat penting yaitu kapabilitas (kompetensi) dan pengalaman," ujarnya.
Ia pun memberikan publik menilai perusahaan konsultan politik yang kredibel baik dalam ucapan maupun dalam tindakan.
"Kalau saya pastikan, berani bubarkan lembaga saya jika ADNAN - KIO kalah di Pilkada Gowa. Tapi Alhamdulillah DPI tak jadi bubar setalah Adnan menang," ujarnya. (*)