PWI Wajo dan Soppeng Sesalkan Pernyataan Kapolda
Nur Alam Abra meminta kapolda Sulsel untuk tidak hanya menerima laporan. Menurutnya, dua wartawan yang dipukul menggunakan tanda pengenal
Penulis: Abdul Azis | Editor: Anita Kusuma Wardana
Laporan Tribun Timur Abdul Aziz Alimuddin
TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO- Pengurus PWI Wajo, Muh Marsose sangat menyayangkan komentar kunjungan Kapolda Sulsel, Irjenpol Pudji Hartanto Iskandar yang mengatakan pemukulan wartawan di Kabupaten Soppeng persoalan kecil.
"Saya juga mendengar pernyataan itu. Siapa bilang ini persoalan kecil, wartawan bekerja dilindungi undang-undang. Ini pemukulan yang dilakukan oleh pengayom masyarakat. Siapa lagi yang mau mengayomi kita," ungkap Marsose, Jumat (4/12/2015).
Sementara Seksi organisasi PWI Soppeng, Nur Alam Abra meminta kapolda Sulsel untuk tidak hanya menerima laporan. Menurutnya, dua wartawan yang dipukul menggunakan tanda pengenal alias identitas pers.
"Saya menyaksikan sendiri, rekan Jumardi Nurdin menggunakan id card yang tergantung dilehernya. Sementara Azis Alimuddin dalam rekaman memperlihatkan kartu pers sebelum dipukul," jelas Alam, Jumat (4/12/2015)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tribun-timurcom-large_20150428_150258.jpg)