CITIZEN REPORTER
FIS UNM Tuan Rumah Temu Nasioanal Pendidikan Ilmu Sosial
Laporan: Muhammad Guntur, Ketua Panitia
Penulis: CitizenReporter | Editor: Ina Maharani
Laporan: Muhammad Guntur, Ketua Panitia
TRIBUN-TIMUR.COM - Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Makassar akan menjadi tuan rumah Temu Nasional Pimpinan Pendidikan Ilmu-lmu Sosial. Pertemuan itu akan diikuti pimpinan Fakultas Ilmu Sosial Eks LPTK dan Jurusan Pendidikan IPS FKIP se-Indonesia. Temu nasional itu akan diselenggarakan di Hotel Singgasana, Sabtu malam (28/11).
Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNM, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M. Hum. mengemukakan bahwa temu nasional itu bertujuan menghimpun gagasan pengembangan ilmu sosial. Melalui temu nasional itu, FIS UNM menggagas kerja sama antarinstitusi untuk penguatan publikasi ilmiah dosen. Para pimpinan fakultas eks LPTK dan Jurusan Pendidikan Ilmu Sosial akan menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk publikasi ilmiah nasional dan internasional.
“Kita berharap melalui MoU ini menjadi stimulus untuk meningkatkan kerja sama antardosen lintas institusi untuk publikasi ilmiah nasional dan internasional” kata Hasnawi Haris. Menurut Hasnawi, pihaknya menginiasi kerja sama ini untuk mendorong dosen-dosen di bidang ilmu sosial agar dapat berkolabolarasi menghasilkan publikasi ilmiah yang menjadi tuntutan saat ini.
Selain temu nasional, di tempat yang sama akan digelar pula Seminar Nasional dengan tema “Revolusi Mental dan Kemandirian Bangsa Melalui Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial dalam Menghadapi MEA 2015”. Kegiatan seminar ini dilaksanakan oleh FIS UNM bekerja sama dengan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Sulawesi Selatan. Seminar itu melibatkan para akademisi, birokrat, guru, masyarakat, dan pemerhati kajian pendidikan ilmu-ilmu sosial itu akan dilaksanakan pada tanggal 29 November 2015 di Hotel Singgasana.
Seminar Nasional Revolusi Mental itu akan menghadirkan sejumlah pembicara dari perguruan tinggi terkemuka di Pulau Jawa. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Dikti, Prof. Intan Ahmad, Ph.D bertindak sebagai keynote speech. Pakar lainnya yang akan membahas topik-topik revolusi mental dan pendidikan IPS, yakni Prof. Dr. Warsono (Rektor Universitas Negeri Surabaya), Prof. Dr. Zamroni (Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta), Prof. Dr. Ir. Nurdin Abdullah, M. Agr. (Bupati Bantaeng), dan Dr. Syamsu Rizal M.I., S. Sos., M. Si. (Wakil Walikota Makassar).
Dekan FIS UNM, Prof. Dr. Hasnawi Haris, M. Hum, mengemukakan bahwa pelaksanaan seminar nasional ini dilandasi tantangan pendidikan ilmu-ilmu sosial untuk menghasilkan generasi unggul dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “SDM yang unggul akan terwujud melalui karakter yang baik. Untuk mengajarkan karakter, ilmu-ilmu sosial sosial mempunyai peran besar karena dapat menyentuh manusia dan interaksi sosialnya,” jelas guru besar bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia itu.
Lebih lanjut Dr. Muhammad Guntur, M. Si., Ketua Panitia, menjelaskan bahwa subtema yang dibahas dalam seminar ini sejalan dengan program revolusi mental yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi-JK. “Subtema yang dibahas di antaranya; membangun karakter dan kemandirian bangsa melalui revolusi mental, urgensi revolusi mental dalam muatan kurikulum pendidikan IPS, dan membangun peradaban melalui revolusi mental,” kata Ketua Prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran ini. (*)