LP2TRI: Golput Pilkada Lebih 30 Persen
Per akhir November ini, Haris Baginda memprediksi sejumlah pasangan kandidat sudah sulit tergeser di posisi puncak bakal perolehan suara.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: AS Kambie
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Inilah survei terbaru Lembaga Pemantau Penyelenggara Triaspolitika Republik Indonesia (LP2TRI).
Survei yang dilaksanakan serentak di 11 kabupaten yang akan menggelar pilkada di Sulsel, Oktober-November 2015 ini menunjukkan rerata partisipasi masyarakat untuk memilih masih di bawah 70 persen.
“Target KPU di atas 70 persen. Kenyataan di lapangan, sesuai survei kami, masih di bawah 70 persen. Penyelenggara pemilu masih harus kerja keras untuk sosialisasi,” ujar Direktur LP2TRI, Haris Baginda, di Makassar, Jumat (27/11/2015) malam.
Responden survei tersebut 500-1.000 per kabupaten, sesuai jumlah daftar pemilih tetap (DPT).
“Metode yang kami gunakan adalah wawancara tatap muka. Margin off errornya 5 persen dengan tingkat kepercayaan 97 persen,” tegas Haris.
Survei tersebut juga memotret peta dukungan para kandidat. Per akhir November ini, Haris memprediksi sejumlah pasangan kandidat sudah sulit tergeser di posisi puncak bakal perolehan suara.
“Beberapa kandidat yang sulit terkejar oleh pesaing, seperti Syaiful Arif di Selayar, Syukri Sappewali di Bulukumba, Hatta Rahman di Maros, Syamsuddin Hamid di Pangkep, Malkan Amin di Barru, Nico Biringkanae di Tana Toraja, dan Frederick Batong di Toraja Utara,” jelas Haris.
Survei LP2TRI juga memunculkan elektabilitas kandidat dinilai terancam terkejar oleh pesaing. “Andi Maddusila dari Adnan YL di Gowa, Luthfi Halide oleh Kaswadi Razak di Soppeng, Arifin Junaed oleh Indah Putri di Luwu Utara, dan Thorik Huzler oleh Nur Husain di Luwu Timur,” kata Haris.
Menurut Haris, pasangan calon yang sulit terkejar karena selisih elektabilitasnya sudah di atas 5 hingga 10 persen. Sedangkan, pasangan calon yang masih dikalahkan karena selisih elektabilitasnya masih di bawah 5 persen.
“Hanya saja masih ada kesempatan bagi para kandidat dan tim untuk melakukan akselerasi sesuai kemampuan dan kapasitas untuk membalik keadaan. Semua serba kemungkinan,” tegas Haris.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/iqbal-pp_20151124_002638.jpg)