Bosowa School Goes To UK
VIDEO: Cara Guru di Cambridge Mengajar Siswa Asing
Mereka tak memberi petuah atau nasihat lagi, bahwa siswa harus masuk kelas pukul 08.00
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, LONDON - Apa perbedaan mendasar antara cara mengajar guru bahasa Inggris di Indonesia dengan London?
Inilah salah satu contoh bagaimana guru di Learning Studies International (LSI) di Cambridge, timur London, Selasa (24/11/2015) pagi.
Guru lebih banyak memberi teladan, bukan instruksi. Pelajaran kedua, guru hanya memberi clue dan contoh, lalu siswalah yang mengembangaknnya dengan model diskusi. Contoh teladan. Mereka tak memberi petuah atau nasihat lagi, bahwa siswa harus masuk kelas pukul 08.00.
Sebelum kelas dimulai pukul 08.00 am, guru sudah duduk di kelas lima menit sebelumnya.
Dia menyapa semua siswa yang masuk kemudian. Sapaannya ringan. Setelah menyebut nama, dia menyambut dengan Good Morning, dan bertanya How are today?
Sebelum kelas dimulai, dia mengabsen muridnya.
Caranya pun berbeda. Dia menyebut nama, menyapa dengan senyum, dan menggunakan bahasa tubuh.
Mengerlingkan mata, mengangkat tangan, dan selalu dengan senyum.
Model abesennya lembaran kertas, yang berisi pesan motivasi, isian nama, tanggal, hari, jam datang, dan tandatangan.
Setiap memulai kelas, guru selalu memulai dengan mengingatkan pelajaran kemarin. Dia mereview sedikit, dengan kata kunci, lalu meminta siswa menjelaskan ulang. Satu persatu. Bergiliran.
Di kelas intermediate English Learning. Materinya, adalah family word. Kata dibedakan, mana kata kerja, kata benda, kata sifat, transitif.
Siswa lalu diberikan kamus. "Silahkan pilih kata yang menurutmu manarik dan berarti dalam hidupmu," kata John, guru senior di LSI Cambridge.
Di kelas yang terletak di lantai II 41 Tenison Road, di pusat kota Cambridge, John menerapkan kelas kecil.
Jumlah maksimal siswa 12 orang. Bukan 30 atau 45 seperti kelas kevanyakan di sekolah negeri di Indoensia.
Ada 9 siswa dari Bosowa School, 2 siswa dari Thailand, dan 1 siswa dari Arab Saudi. Ini memungkinkan mereka berinteraksi lebih dekat, dan komunikatif.