Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Bosowa School Goes To UK

Di Amsterdam, Cincin Batu Akik Tak Kena Security Scan

"All Liquid, pull it out, all liquid take it out," begitu teriakan petugas G4S kepada rombomgan yang berjumlah 72 orang, 62 siswa dan 10 guru pembimbi

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ina Maharani

AMSTERDAM, TRIBUN - Manajemen Bandara International Schipol, Amsterdam, Belanda, memberi perhatian ketat kepada penumpang yang transit di salah satu bandara transit utama di Eropa itu.

Rombongan Bosowa School Of Indonesia Home Stay UK 2015, yang transit Sabtu(22/11/2015) pagi, merasakan ketatnya proteksi negara ini bagi keamanan warga dan propertinya.

Seorang siswi SMP Bosowa International School (BIS) asal Makassar, mengaku tegang.

Tas jinjingan dan ransel wanita berjilbab ini diperiksa detail.
Parfum yang kurang dari 100 ml gram, bisa masuk tas yang dijinjing masuk bagasi.
Satu benda talk merek baby, farfumm, dan handbody lolos.

Namun saat X ray belt mendeteksi gumpalan cairan padat di wadah plastik, petugas mendekat.
Dia menelisik cairan yang mirip handbody lotion.

Si petugas dengan nama sulaman di baju Van Gioerg itu, mengeryotkan kening saat melihat wadah warna ungu namun tanpa tulisan sama sekali.
"No brand, ini berapa mili," siswi yang ditanya hanya tersenyum kaget.

"Itu handbody racikan, dari dokter tak ada mereknya," kata siswi berjilbab itu.
Si siswi mungil itu terlihat pasrah. Dia dan beberapa perlengkapan makeupnya lolos. Tapi lotion tak bermerek itu masuk rubbish bin, tempat sampah.

Sebelum melewati gerbang pemeriksaan, memang petugas bandara Schipol sudah mengingatkan agar cairan yang lebih dari 100 mg dimasukkan di tempat sampah.

"All Liquid, pull it out, all liquid take it out," begitu teriakan petugas G4S kepada rombomgan yang berjumlah 72 orang, 62 siswa dan 10 guru pembimbing.

Ketatnya pemeriksaan juga terlihat seperti di bandara kualifikasi internasional lainnya di Tanah Air.
Sebelum melewati pintu pemeriksaan, anterean melingkar panjang.

Tas bawaan dimasukkan dalam boks terbuka. Semua benda yang ada di kantong dikeluarkan

Bahan dari metal, kepala ikat pinggang, uang koin, ponsel, geretan, dimasukkan dalam boks bak terbuka yang akan melewati X-Ray Belt.

Barang terpisah dengan penumpang, saat memasuki tube atau tabung x-ray.
Sekitar 5 detik, penumpang memgangkat tangan.

Di tubuh dan kantongnya tak ada barang, metal atau apapun.
Jika ada uang atau dokumen lain, perugas menunjukkan cara membawanya.

Sejumlah penumpang yang memakai cincin kawin, atau gelang tak diminta melepaskan dari tangan.
Seorang staf pengajar dari universitas Mercubuana di Jakarta, juga terpaksa melepas cincin akik bertahta logam perak ke dalam boks.

Namun, saya "beruntung". Cincin akik pyrus berikat suasa, alumunium campuran metal, tak terdeteksi alarm.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved