Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

MotoGP

Marquez Akhirnya Ungkap Rencana Terbarunya Kepada Rossi

Hubungan Marquez dengan Rossi memanas di MotoGP Sepang dan semakin parah saat seri akhir di Valencia karena dituduh jadi pengawal Lorenzo.

Editor: Edi Sumardi
MANAN VATSYAYANA/AFP PHOTO
Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), dan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, menghadiri konferensi pers jelang GP Malaysia di Sirkuit Sepang, Kamis (23/10/2015). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ada kabar gembira bagi Anda para penggemar balapan MotoGP.

Dikutip dari Crash.net, Rabu (11/11/2015), pebalap asal Spanyol sekaligus dari tim Repsol Honda, Marc Marquez mengaku berencana berdamai dengan pebalap asal Italia sekaligus dari tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Keingian ini disampaikan Marquez guna mengkhakhiri konfilknya dengan Rossi setelah insiden di Sepang dan tuduhan di Valencia.

Di MotoGp Sepang, Malaysia, Minggu (25/10/2015), Marquez terjatuh saat melakukan manuver berbahaya dengan cara memepet Rossi.

Di MotoGP Valencia, Spanyol, Minggu (8/11/2015), Rossi menuding Marquez menjadi “pengawal” Jorge Lorenzo yang menjadi juara dunia MotoGP 2015.

Marquez telah membantah tuduhan Rossi.

Pada Selasa (10/11/2015), ia menyebut motor Lorenzo melaju sangat cepat sehingga sulit disalip.

"(Saya sudah mengatakan) pekan lalu merupakan pekan yang sangat yang sulit bagi saya," kata Marquez.

“Sejak di Malaysia (MotoGP di Sepang), saya jengkel dan sangat tidak nyaman pada situasi ini. Sungguh sangat aneh. Kejadian di Malaysia sangat berbeda dengan di Australia (MotoGP Philip Island) ketika saya menang lima poin dari Lorenzo,” katanya lebih lanjut.

“Pokoknya setelah Malaysia (GP Sepang), saya  hanya fokus menang di GP Valencia (seri akhir) dan menjadi juara dunia. Jujur itu benar-benar sangat sulit untuk menjaga konsentrasi dan fokus. Aku melakukannya secara baik. Aku mulai benar-benar terkonsentrasi perlombaan dan mencoba untuk menang,” Katanya lagi.

"Setelah GP Malaysia, saya hanya berpikir untuk menang di Valencia. Namun, memang sangat sulit untuk tetap berkonsentrasi dan fokus," kata Marquez lagi. "Saya bukan orang bodoh. Saya tahu risiko bila tidak menang di sini. Namun, Jorge berlomba dengan luar biasa dan  merupakan yang tercepat di Valencia. Saya mau bicara apa?" ungkap Marquez lagi.

"Aku tahu situasi sebelum balapan. Saya tidak bodoh. Saya pikir, 'Jika Anda tidak menang Anda dalam situasi ini.' Sayangnya aku tidak bisa memenangkan balapan karena Lorenzo membalap yang luar biasa. Ia pebalap yang tercepat finish di Valencia.”

Marquez mengatakan, dirinya telah berusaha berdamai dengan Rossi pada hari Kamis (5/11/2015) saat semua pebalap berkumpul.

"Tentu saya sangat tidak sepakat tudingan Rossi. Ia terus menuding saya, Pedrosa, Honda, Lorenzo, dan semua pebalap. Saya hanya berharap suatu saat akan berdamai berdamai dengan dia," kata Marquez.

Kebohongan Marquez Menurut Rossi

Rossi mengungkapkan adanya ketakutan dalam dirinya pada balapan MotoGP 2016.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved