Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wow, 4 BEM Mahasiswa Minta Uang ke Kapolda

"Pergerakan mahasiswa tidak akan terbeli. Idealisme mahasiswa adalah roh yang tidak akan terkikis hanya senilai uang atau janji bantuan dan sumbangan

Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ina Maharani

TRIBUN-TIMUR.COM - Ternyata, beberapa BEM di Makassar meminta sumbangan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulselbar, untuk biaya transportasi dalam rangka pertemuan BEM Seluruh Indonesia di Yogyakarta.

Demikian dipaparkan mahasiswa UIT Rahmat Ardiyansyah kepada tribun-timur.com dalam rilisnya. Beberapa perwakilan BEM di Makassar diantaranya BEM Unismuh, BEM Universitas Indonesia Timur (UIT), BEM Universitas Islam Makassar (UIM) dan BEM STIMIK memint, sesuai terlihat dalam Facebook Kapolda SulselBar Pudji Hartanto Iskandar yang menuliskan......"maka kami siap memberikan fasilitas kendaraan sesuai kebutuhan nantinya.....".

"Tindakan yang dilakukan beberapa BEM kampus ini menodai esensi pergerakan mahasiswa, khususnya mahasiswa makassar yang selama ini terkenal idealis," ujarnya.

Menurut Rahmat, Pertemuan Nasioanal Mahasiswa yang digelar setiap sekali setahun ini hanya akan mengikis ideologi pergerakan mahasiswa. Pertemuan Nasional mahasiswa ini hanya kedok industrialisasi yang beriorentasi mnjadi pekerjaan dan akan membungkam gerakan mahasiswa yang dulunya kritis.

"Pergerakan mahasiswa tidak akan terbeli. Idealisme mahasiswa adalah roh yang tidak akan terkikis hanya senilai uang atau janji bantuan dan sumbangan sekalipun," tutur Rahmat.

Dipaparkan Rahmat, kecaman senada dilontarkan Ince Haidir Syawal, Mahasiswa dari Unismuh Makassar. Haidir menilai alasan tidak adanya transportasi ke pertemuan nasional tersebut di Yogyakarta tidak mendasar, sehingga harus memperdagangkan gerakan dan ideologi mahasiswa hanya senilai biaya transportasi ke tempat pertemuan tahunan itu. Pertemuan ini menurut Syawal sarat kepentingan politik birokrat untuk masuk dan mengintervensi gerakan mahasiswa.

"Kami lebih memilih berteman dengan pembangkang yang mempunyai prinsip normatif, ketimbang berteman dengan penjilat yang hanya mempunyai naluri untuk menjual," tegas Haidir seperti ditirukan Rahmat.(*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved