Kader Nasdem Maros Ini Kecewa Gara-Gara "Mahar"
"Kenapa jika masuk partai ada maharnya. Memang sebelumnya Sekretaris pernah bilang begitu," ujarnya
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Calon pengurus partai Nasdem Maros, Syukri Ahmad mengaku sangat kecewa karena pimpinannya tidak memasukkan namanya pada struktural kepengurusan partai, lantaran tak mampu membayar mahar.
Nama Syukri tidak tercatat dalam SK kepengurusan resufle yang dikeluarkan oleh DPP tertanggal 15 Oktober 2015 lalu.
Padahal, Syukri mengaku aktif di partai sejak adanya pergantian ketua Agustus lalu. Namun pada akhirnya, Syukri tidak pernah dianggap sebagai pengurus.
"Kenapa jika masuk partai ada maharnya. Memang sebelumnya Sekretaris pernah bilang begitu, tapi saya kira itu bercanda. Namun ternyata benar. Saat SK keluar pengurus keluar, saya tidak dapat karena tak bayar mahar," ujarnya, Rabu (21/10/2015).
Keterangan, Sekretaris NasdemMaros, Saharuddin itu sempat direkam oleh Syukri. Rekaman Sahruddin yang berulang kali meminta mahar kepada Syukri berdurasi 41 menit.
Hal tersebut dipertanyakan oleh Syukri ke DPW dan DPP. Dia mau memastikan, kebenaran mahar yang dimintai kepada calon pengurus itu benar.
Dikonfirmasi terpisah, Wakil ketua bidang HAM dan Advokasi Nasdem Maros, Hasan membantah jika partai Nasdem pernah meminta mahar kepada calon pengurus.
"Tidak ada namanya mahar. Masuk di Nasdem itu gratis. Kenapa harus ada pembayaran. Nasdem memberi rekomendasi ke pasangan calon saja itu gratis, apalagi hanya pengurus," katanya.
Menurutnya, jika benar ada oknum pengurus yang meminta mahar, maka oknum tersebut akan menindaklanjuti diinternal partai. Kemungkinan akan diberikan sanksi tegas.
"Wah ini masalah serius. Siapapun yang meminta mahar, pasti kami tindaklanjuti. Sudah ada yang berani permainkan konstitusi partai. Itu jelas pelanggaran," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/syukri-nas_20151021_114916.jpg)