Pilkada Maros
Waspada Head To Head, Iman Rapat Luar Biasa
Rapat tersebut digelar untuk mempersiapkan diri untuk head to head dengan paslon Hatta Rahman - Harmil Matororang (Hatita) pada Pilkada nanti.
Penulis: Ansar | Editor: Mutmainnah
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Pasangan calon Bupati - Wakil Bupati Maros, Imran Yusuf - Said Patombongi (Iman) menggelar rapat luar biasa di posko pemenangannya, Jl Azalea Turikale Maros, Jumat (18/9/2015).
Rapat tersebut digelar untuk mempersiapkan diri untuk head to head dengan paslon Hatta Rahman - Harmil Matororang (Hatita) pada Pilkada Desember 2015 mendatang.
Ketua Tim Media Iman, Muh Fajrin mengatakan, rapat tersebut untuk mempersiapkan formasi strategi baru. Pasalnya Hatita telah melaporkan Hadir ke Panwas dengan tuduhan black campaign.
Kemungkinan besar, jika laporan tersebut terbukti Hadir telah menjelek- jelekkan paslon lain, maka Panwas akan menggugurkan Hadir dari pertarungan. Otomatis terjadi head to head.
"Kami juga baru tahu hal itu, saat kami melihat berita di koran. Makanya kami bergerak cepat. Kami mempersiapkan starategi baru, jangan sampai terjadi head to head," katanya.
Iman juga merencanakan akan membuka komunikasi koalisi baru dengan partai pengusung dan pendukung Hadir. Hal tersebut dilakukannya untuk mengantisipasi berpindahnya pendukung Hadir ke hatita.
"Kami harus siap, jika terjadi maka kami akan membentuk kembali tim komunikasi efektif. Tapi kami berharap konstalasi politik tidak berubah. Kami sudah nyaman pada posisi terdekat mengejar incumben," katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Master Campaign Hadir, Akbar Endra, tidak peduli dengan apa yang dilakukan Iman. Akbar menyebut, Iman hanya dijadikan kandidat boneka oleh paslon Hatita.
Menurutnya, Hadir istiqamah bertarung pada Pilkada. Bahkan Hadir tidak pernah menghitung Iman sebagai tandingannya. Dia maju karena hanya didorong oleh Hatita.
"Sembarang juga itu. Buat apa kami peduli dengan pasangan boneka. Kami tahu mereka maju karena didorong oleh Hatita. Hadir fokus melawan Hatita. Lupakan pasangan lainnya yang diciptakan oleh lawan kami yang sebenarnya," katanya.
Soal laporan Hatita jika Hadir melakukan Black Campaign, kata Akbar, itu hanya kepanikan Hatita saja. Tren survei Hadir naik tajam sementara mereka turun. (*)