Kemarau Landa Sulsel
Warga Bontoa Kekurangan Air Bersih
Saat ini warga hanya menggunakan sisa air tambak ikan.
Penulis: Ansar | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR COM, MAROS - Warga Kecamatan Bontoa, mengeluh karena tak pernah lagi mendapatkan bantuan air bersih untuk dikomsumsi.
Padahal, saat Hatta Rahman masih menjabat sebagai Bupati Maros, warga Dusun Mangara Bombang, Desa Ampekale Kecamatan Bontoa, kerap mendapatkan bantuan air bersih dari Pemda.
Seorang warga Ampekale, Rajaman (30), mengatakan, saat kemarau berkepanjagan, warga Bontoa sangat membutuhkan bantuan air bersih dari pemerintah. Saat ini warga hanya menggunakan sisa air tambak ikan.
"Sudah beberapa bulan terakhir, kami tidak pernah mendapatkan lagi bantuan air bersih. Saat Pak Hatta menjabat, kami sering mendapat bantuan beberapa mobil tangki. Sumur warga sudah mengering," katanya, Senin (7/9/2015).
Menurutnya, kekeringan tersebut dialami oleh warga setiap tahunya saat musim kemarau seperti sekarang ini. Hingga saat ini, untuk mendapatkan air di desa tersebut sangat sulit.
Untuk mendapatkan air bersih untuk keperluan makan dan minum, warga harus mengeluarkan uang sekitar Rp 150 rb untuk membeli air pertangki mobil.
"Sedangkan untuk kebutuhan lainya, warga harus mengambil air yang masih tersedia di penambakan ikan, meskipun air tersebut tergolong asin karena berada di sekitar kawasan daerah pesisir pantai," katanya.
Kekeringan di daerahnya mulai sejak bulan 6 hingga memasuki bulan 10 setiap tahunya. Hingga saat ini, belum ada upaya secara maksimal yang dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi persolan tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kering1_20150730_142558.jpg)