Pertama di Indonesia, Ulang Tahun Polisi Dirayakan di Markas Tentara Lutra
"Insyallah, acara HUT TNI, 5 Oktober nanti dirayakan di Mapolres juga," kata Endro.
Penulis: Sudirman | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN-TIMUR.COM - Rangkaian insiden konflik antara oknum polisi dan TNI di Tanah Air, ternyata jadi inspirasi bagi Kapolres Luwu Utara Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Muhammad Endro dan Komandan Kodim (Dandim) 1403 Sawerigading/Lutra Letkol Kav Cecep Tendi Sutandi.
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Korp Bhayangkara (Polri) yang biasanya digelar di markas polisi di Masamba, Ibu Kota Lutra, justru digelar di Markas Kodim, Luwu Utara, Jl Sultan Hasanuddin, Masamba, sekitar 420 km utara, Makassar.
Dalam catatan Tribun-timur.com, inilah perayaan HUT Polri kali pertama di Indonesia yang dirayakan di markas tentara.
Kerena perayaan ini bertepatan di bulan Ramadan 1436 Hijriyah, maka seremoni upacaranya tidak digelar pagi hari, melainkan sore hari.
"Sekalian buka puasa bersama, dan syukuran kenaikan pangkat beberapa perwira polisi," kata Endro, yang dikonfirmaasi menjelang salattarawih bersama jajaran TNI dan Polri.
Bupati Lutra Arifin Junaidi, Kajati Lutra Andi Mirnawaty, Pabung Lutra Mayor TNI Yusuf, para kapolsek Lutra dan Danramil se-Lutra, jajaran personil kedua belah pihak, hingga persatuan isteri (persit) kedua belah pihak.
"Insyallah, acara HUT TNI, 5 Oktober nanti dirayakan di Mapolres juga," kata Endro.
Bupati Lutra Arifin Djunaidi, memyebut acara ini sebagai tradisi bagus yang seharusnya dipertahankan dan juga digelar di hingga level Polsek dan Koramil.
"Ini contoh yang baik tentang kebersamaan dalam memberi rasa nyaman dan aman bagi warga," kata Arifin.
Endro menjelaskan hajatan langka ini dilaksanakan semata untuk membuktikan kekompakan antara kedua belah pihak.
"Selain lambang profesionalisme kedua belah pihak, kami ingin menegaskan kepada masyarakat bahwa TNI ada Polri adalah satu untuk Indonesia," kata Endro.
Selama peringatan HUT Bhayangkara, Polres Luwu Utara telah melakukan donor darah bekerjasama PMI, memberikan sumbangan kepada panti asuhan, dan kegiatan lainnya.
Terkait kegiatan tersebut, tidak diketahui oleh jajaran Polda Sulsel.
"Kegiatan ini merupakan terobosan baru dan inisiatif dari kami (Polres Lutra). Kami bersahabat dan akan terus terjalin seperti itu," katanya.
Dia berharap kegiatan serupa dilaksanakan anggote kepolisian lainnya karena tempat tidak mengurangi khidmatnya upacara atau perayaan.
Dikonfirmasi terpisah, Cecep, menjelaskan, penerimaan pihaknya terhadap jajaran polri mengadakan upacara Bhayangkara merupakan bentuk sinergitas kedua belah pihak.
"Jika di daerah lain justeru ada beberapa oknum bertikai, kami justeru saling merangkul," kata Cecep.
Upacara kemarin, menurut Cecep, hanya lambang dari kebersamaan kedua belah pihak ini serta lambang apresiasi terhadap hari Bhayangkara.
"Sejak awal saya menjadi Dandim di Lutra, kami bekerjasama untuk mengamankan daerah ini. Apakah melakukan operasi bersama atau di balik layar duduk bersama membicarakan teknis pengamanan," kata Cecep.
Hasilnya efektif. Pihak kepolisian dan TNI mampu mengatasi kasus konflik yang menggunakan senjata rakitan, papporo.
"TNI Polri bersatu. Hasilnya pantastis. Kasus yang tadinya minimal 100 kasus per bulan, dua bulan terakhir zero case," ujar Cecep.
Saat ini, pihaknya mengumpulkan lebih dari 1.000 Papporo yang diserahkan masyarakat secara sukarela.
"Ini tidak lain adalah efek persahabatan TNI dan Polri," kata Cecep Akabri di Magelang ngkatan 1997 sedangkan Endro Angkatan 1995 di Akabri Kepolisian di Semarang.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tribun-timurcom-large_20150428_150258.jpg)