Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilkada Maros

Akbar Endra Maju Bertarung Berbekal Pesan Sang Ayah

kedepan pemerintah kabupaten Maros harus menghidupkan perekonomian rakyat

Penulis: Ansar | Editor: Muh. Taufik
TRIBUN TIMUR/ANSAR
Ketua Komisi III DPRD Maros, Akbar Endra 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Keinginan Ketua I Demokrat Maros, Akbar Endra maju sebagai calon Bupati Maros didasari  semangat ingin menjadikan Maros lebih mantap dan cukup sandang, pangan dan papan (SPP).

Melalui program ini, kedepan pemerintah kabupaten Maros harus menghidupkan perekonomian rakyat, meningkatkan produksi pertanian, membangun dan memperbaiki pasar-pasar tradisional di setiap kecamatan agar menjadi pusat perdagangan yang nyaman.

"Kalau pembeli dan penjual merasa nyaman, dan semua yamg dibutuhkan ada di pasar tradisional, maka pertumbuhan dan perputaran ekonomi di kecamatan itu akan pesat dan bergairah," kata Akbar.

Akbar menyatakan sikap serius maju bertarung dengan memegang pesan dari orangtuanya, Andi Hasanuddin Sultan. "Jika engkau punya keinginan, mantapkan di hati, perjuangkan dan beri sentuhan yang indah,"

"Jadi saya mencermati perkembangan di Pilkada ini, muncul keinginan dan mantap di hati. Ya sudah, saya ajak istri saya memperjuangkan keinginan dan cita-cita saya. Saya ingin menggenggam otoritas pemerintahan Maros," ujarnya.

Sebelum menjadi politisi di Demokrat Maros, Akbar aktif sebagai aktifis Mahasiswa di Unhas .

Akbar Endra pernah memimpin Aliansi Mahasiswa Pro Demokrasi (AMPD), sebuah kelompok mahasiswa yang dikenal sangat radikal pada era 90-an.

Selain sebagai demonstran Akbar juga pernah menjadi Sekretaris LAPMI HMI Cabang Ujung Pandang. Namun Akbar Endra dipecat dari keanggotaan HMI karena sering menggelar unjuk rasa menentang Orde Baru.

Pada tahun 1998 sampai 2006, Akbar Endra aktif sebagai Jurnalis dan Pemimpin Redaksi Tabloid Aliansi.

Dia juga menjadi Ketua Yayasan Lembaga Kajian Pembangunan, sebuah lembaga nirlaba yang didirikan oleh Prof Basri Hasanuddin dan Prof Radi A. Gany. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved