Kalak BPBD Makassar Kukuhkan F-PRB dan Relawan Balakar Melayu
Syahruddin AR mengukuhkan dan melantik Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) dan (Balakar) Melayu.
Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen Reporter, Ahmad Syarif, BPBD Kota Makassar melaporkan dari Makassar
TRIBUN-TIMUR.COM -Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, Syahruddin AR mengukuhkan dan melantik Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) dan relawan Bantuan Laskar Pemadam (Balakar) Kelurahan Melayu di halaman kantor BPBD Kota Makassar, Jumat (12/6/2015).
Kalak BPBD Syahruddin AR dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC)-nya yang telah menginisiasi dan memfasilitasi kegiatan pembentukan Kelurahan Tangguh di Kelurahan Melayu.
“Suatu kebanggaan dan apresiasi yang tinggi dari pemerintah kota saat melihat besarnya perhatian dan kepedulian Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah terhadap upaya pengurangan risiko bencana di kota Makassar,” kata Syahruddin.
Menurut Syahruddin, membangun ketangguhan Kota Makassar harus dibangun melalui sinergi fungsional. Kolaborasi masyarakat, pemerintah dan dunia usaha serta pilantropi dan organisasi sosial lainnya yang aktif dalam kerja-kerja sosial dan kebencanaan menjadi hal yang mutlak dihadirkan dalam atmosfer manajemen penanggulangan bencana di Kota Makassar.
“Kegiatan kita hari ini menjadi sangat strategis dalam upaya membangun kesiapsiagaan kita bersama. Kehadiran saudara-saudaraku dari LPB Muhammadiyah, partisipasa warga Kelurahan Melayu tentunya menjadi gambaran bagi pemerintah kota Makassar bahwa BPBD Kota Makassar tidak sendiri dalam mengurus bencana,” katanya.
Lanjut Syahruddin, implementasi Peraturan Kepala BNPB No. 1 Tahun 2012 tentang Desa/Kelurahan Tangguh Bencana menjadi sangat relevan dengan Program Pemerintah Kota Makassar yang mengangkat ikon “Lorong” sebagai vocal point pembangunan. Penguatan kapasitas dalam upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas merupakan penguatan kapasitas masyarakat yang tinggal di lorong-lorong Kota Makassar.
“Upaya pengurangan risiko bencana berbasis komunitas yang dilaksanakan melalui pengembangan Kelurahan Tangguh Bencana sesungguhnya sebagian di dalamnya telah dilaksanakan dan dipadukan ke dalam perencanaan pembangunan di Kota Makassar,” katanya.
Diakhir sambutannya, Syahruddin berharap pembentukan Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) dan Relawan Balakar di Kelurahan Melayu menjadi kelurahan yang semakin tangguh terhadap bencana. (*)
Sementara itu, menurut Sekretaris LPB PP Muhammadiyah Arif Nurcholis mengatakan, pembentukan forum ini sebagai tindak lanjut dari Program Kesiapsiagaan Rumah Sakit dan Kesiapsiagaan Masyarakat untuk Kedaruratan dan Bencana bekerjasama dengan RS Ibu dan dan Anak Siti Khadijah 1.
“Tindak lanjut dari program ini adalah pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (F-PRB) di Kelurahan Melayu guna mewujudkan komunitas yang tangguh terhadap bencana,” kata Arif.
Lanjut Arif, Forum PRB Kelurahan Melayu ini adalah wadah yang menyatukan organisasi kepentingan pengurangan risiko bencana di wilayah Melayu. Forum ini sebagai wadah untuk meningkatkan komunikasi dan koordinasi berbagai pemangku kepentingan khususnya di BPBD Kota Makassar dalam keberlanjutan aktivitas pengurangan risiko bencana.
“Forum PRB Kelurahan Melayu ini akan memberikan konstribusi dalam pengurangan risiko bencana melalui advokasi, pengawasan, fasilitasi dan koordinasi yang memungkinkan terjadinya pengarusutamaan pengurangan risiko bencana bagi semua pemangku kepentingan menuju komunitas yang tanggap dan tahan terhadap bencana,” katanya. (*)