Apdesi Maros Ingin Pungut Duit 80 Kades Tutupi ADD Rp 112 juta yang Lenyap
Pasalnya, selama sembilan tahun Azis jadi kepala desa Allatenggae Bantimurung, baru kali ini duit ADD diklaim digasak oleh maling di Maros.
Penulis: Ansar | Editor: Ilham Mangenre
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN TIMUR.COM, MAROS- Asosiasi Pemerintah Desa (Apdesi) Maros segera mengumpulkan pengurusnya untuk membahas uang Anggaran Dana Desa (ADD) Rp112 juta yang raib di mobil Kades Timpuseng Firdaus beberapa hari lalu.
"Langkah kami, kita akan mencari solusi untuk mengurangi bebannya. Memang, secara hukum itu menjadi tanggungjawab pribadinya, tapi tetap kita akan mengumpulkan dana," kata Ketua Apdesi Maros Abdul Azis, Minggu (7/6/2015).
Menurut Azis, dana untuk menutupi ADD tersebut akan dipungut 80 kepala desa yang ada di Maros.
Meski bertekad demikian, Azis mengaku heran atas kasus Firdaus. Pasalnya, selama sembilan tahun Azis jadi kepala desa Allatenggae Bantimurung, baru kali ini duit ADD diklaim digasak oleh maling di Maros.
Terpisah, Firdaus bersama Bendaharanya Mustafa telah melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Maros.
"Jumat kemarin, kita kehilangan anggaran saat sementara salat. Pak Firdaus telah menarik dana itu dari Bank Sulselbar. Tapi dia singgah salat di masjid dusun Kappang Desa Labuaja Kecamatan Cenrana, di situ uang itu hilang," kata Firdaus. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dana-add-hilang_20150605_210730.jpg)