Ini Obat dan Cara Penanganan Bell's Palsy
Lebih lanjut ia menambahkan, fisioterapi dapat dilakukan berupa terapi panas superfisial
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Anita Wardana
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penanganan yang biasa dilakukan bagi penderita Bell's Palsu adalah melalui obat-obatan dan fisioterapi. Meskipun bisa sembuh dalam kurun waktu tertentu, dengan bantuan obat dan fisioterapi diharapkan proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
Dr dr David Gunawan Umbas SpS menjelaskan, pengobatan medika mentosa dengan Kortikosteroid (prednison) dosis tinggi 1 mg/kgBB/hari. Kemudian, dibagi dua dosis selama enam hari dan selanjutnya dapat diturunkan secara bertahap dan berhenti sampai hari ke 10.
Selain itu, pemberian acyclovir 1000-2400 mg/hari selama 10 hari yang direkomendasikan oleh The Quality Standard Subcommite of the America Academy of Neurology 1966-2000.
"Pemberian pengobatan kombinasi ini serta penambahan mecobalamin 3x 500 mg memberikan hasil lebih baik terutama pada Bell’s Palsy yang berat," katanya, Sabtu (18/4/2015).
Lebih lanjut ia menambahkan, fisioterapi dapat dilakukan berupa terapi panas superfisial dan dalam dimulai hari ke empat. Namun, terapi dengan memberikan stimulasi listrik masih kontroversial.
Sedangkan latihan dan pemijatan wajah disertai kompres hangat pada sisi yang terkena cukup membantu. Tindakan pembedahan hanya kasuistik saja/sangat jarang.
"Bell's Palsy akan cepat sembuh, jika ditangani secara cepat pula misalnya mulai pada jam-jam atau hari pertama mulai terkena Bell's Palsy. Rata-rata penyembuhan antara beberapa minggu sampai 12 bulan,"katanya.
Umumnya 70 persen akan sembuh sempurna dalam 6 minggu dan 30 persen mengalami degenerasi aksonal dan terjadi kelemahan menetap, sinkenesis atau kontraktur. Selain itu, proses penyembuhan bergantung pada kecepatan terapi, usia penderita semakin muda semakin cepat.