Prof Dali Jadi Pembicara di Dubai Derma
Dubai derma merupakan acara tahunan yang di dedikasikan untuk para dokter spesialis
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Anita Wardana
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr dr Muh Dali Amiruddin SpKK(K), FINSDV, FAADV menjadi salah satu pembicara dalam event internasional bertajuk "15th Dubai World Dermatology and Laser Conference and Exhibition 2015" yang digelar pada 7-9 April 2015 lalu.
Dubai derma merupakan acara tahunan yang di dedikasikan untuk para dokter spesialis, distributor dibidang dermatology, perawatan kulit dan laser. Dubai derma menjadi pelopor sebagai acara dermatologis terkemuka di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.
Pada kesempatan tersebut, salah satu pengasuh Tribun Health ini memaparkan makalah dengan judul Steven Johnson Syndrome in Children. Prof Dali menyampaikan dalam konfrensi tersebut mengenai diagnosis dan penatalaksanaan Penyakit Steven Johnson syndrome yang terjadi pada anak-anak.
"Kegiatan ini hampir 70 persen adalah kegiatan kosmetik dan diikuti oleh dokter spesialis kulit dari berbagai macam negara,"katanya, Kamis (16/4/2014).
Acara tahunan tersebut dilaksanakan di Dubai International Convention and Exhibition Centre yang merupakan anggota dari Indeks Holding bekerja sama dengan Dubai Health Authority (DHA) dan International Academy of Medical Specialization (IAMS).
Prof Dali menjelaskan, berbagai macam topik menarik di bidang dermatologis dipaparkan di acara tersebut. Dimana salah satu topik yang mengenai kosmetik dengan judul Melasma dan Suncreens juga ikut di paparkan.
"Selain presentasi, Dubai Derma juga menggelar berbagai kegiatan workshop untuk menambah keterampilan para dokter spesialis,"tambahnya.
Selain membawakan makalah di acara tersebut, Prof Dali juga menyempatkan diri berkunjung ke Konsulat Jendral RI Indonesia di Dubai.
Ia mengatakan, dari hasil perbincangan dengan pihak konsulat jendral RI ada beberapa pertanyaan yang disampaikan oleh konsulat jendral RI dubai, salah satunya terkait banyaknya berita terkait aksi demonstrasi yang kerap dilakukan mahasiswa di Makassar.
"Pihak KBRI di Dubai cukup menyayangkan banyaknya berita tentang aksi mahasiswa. Menurut mereka, hal tersebut memberikan efek buruk di mata dunia international khususnya di Dubai yaitu Menutup peluang kerja alumni mahasiswa di negara Timur Tengah," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/yang-digelar-pada-7-9-april-2015-lalu_20150416_180645.jpg)