Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pak Kiai Meninggal Usai Tes Hafalan Quran Istri dan Prediksi Umurnya

"Pertemuan terakhir malam Jumat 10 hari lalu. Saat itu beliau sempat bilang jika umurnya tak lama lagi, tinggal 10. Kami kaget..."

Penulis: Ilham Arsyam | Editor: Edi Sumardi
TRIBUN TIMUR/ILHAM ARSYAM
Jenazah Ketua MUI Makassar, AGH Mustamin Arsyad saat akan disalatkan di Masjid Raya, Makassar, Senin (6/4/2015). 

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Innalillai wa innailahi rojiun. Ketua Majelis Ulama (MUI) Makassar Prof KH AGH Mustamin Arsyad (58) berpulang, Minggu (5/4/2015) sekitar pukul 15.00 wita.

Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, ini meninggal di RS Pelamonia, Jl Jenderal Sudirman, Makassar, menyusul sakit mendadak yang menderanya, akhir pekan lalu.

Anak sulung almarhum, Asyraf Mustamin (22) mengatakan, ayahnya dilarikan ke rumah sakit militer itu, sejak Sabtu (4/4/2015) subuh.

"Tak ada yang begitu mengkhawatirkan. Beliau masuk rumah sakit cuma karena mual-mual saja. Hanya itu," katanya.

Meski demikian, kata Asyraf, ayahnya kerap masuk rumah sakit karena menderita sakit Asma sejak dulu.

Hingga pukul 21.00 wita tadi malam, ratusan orang melayat di rumah duka di Jl Deang Tata nomor 5, perbatasan Gowa-Makassar.

Tampak Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Prof Majdah Agus Arifin Numang, mantan Ketua MUI Makassar KH Muhammad Ahmad,
Ketua BKPRMI Sulsel Prof Dr H Arifuddin dan sejumlah akademisi UIN.

Jenazah alumnus Universitas Al Azhar Mesir ini rencananya dimakamkan di Kampung Palampang, Mattoanging, Pangkajene, Pangkep, hari ini.

Keluarga besar almarhum di Mattoanging, Pangkajene, sudah berbenah dan bersiap sejak, petang kemarin.

"Kita sudah siap, dimakamkan di Palampang, tak jauh dari rumah," kata M Abrar, salah seorang kerabat dekat almarhum.

Almarhum lahir di Mattoanging, Pangkajene, 1957. Dia mengeyam pendidikan diniyah di Pondok Pesantren DDI Mangkoso, Soppeng Riaja, Barru.

Setamat madrasah Aliyah di Pondok pesantren yang digagas mendiang pendiri Darul Dakwah wal Irsyad (DDI) AGH Ambo Dalle ini, dia melanjutkan pendidikan ilmu hadis dan tafsir di Universitas Al Azhar, Al Qahirah, Mesir.

Di negeri Pyreamid ini, dia menuntut ilmu bersama Pimpinan Pondok Pesantren DDI-AD Mangkoso Prof Dr AGH Faried Wadjedy MA, dan mendiang Dr AGH Abdul Wahab Zakariya MA.

Sekembali dari Mesir, awal dekade 1990-an, almarhum menjadi dosen di IAIN (kini UIN) Alauddin Ujungpandang.

Namun sebelum itu, jenazahnya akan dishalatkan di Masjid Raya Makassar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved