Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Catatan Sepakbola Andi Suruji

Mari Menyanyi dan Menari Bersama PSM Makassar

FIFA menyebutnya sebagai satu klub sepak bola tertua di benua Asia ini. Banyak prestasinya. Tidak sedikit yang tercatat dalam sejarah federasi bola

Editor: Thamzil Thahir

SEBAGAI pencinta Tim Ayam Jantan dari Timur, PSM Makassar, jantung kita belakangan ini sungguh "dumba-dumba" (berdebar).
Pemicunya, berbagai faktor. Dari jadwal pertandingan resmi ISL 2015, hingga pembentukan tim definitif beserta embel-embelnya, yang belum jelas juntrungannya.

Bagaimana pun, kita tentu berharap PSM dapat dengan mulus melangkah memasuki arena kompetisi bergengsi ini. Lebih dari itu, kita berdoa supaya "pasukan Riedl" ini mampu menunjukkan kelasnya, mencapai prestasi gemilang, membuktikan diri sebagai salah satu tim sepakbola terbaik di Tanah Air.

Harapan itu tidak berlebihan. Bukan pula utopia, atau isapan jempol belaka. PSM telah membuktikan diri mampu mencapai usia 100 tahun.

FIFA menyebutnya sebagai salah satu klub sepak bola tertua di benua Asia ini. Banyak prestasinya. Tidak sedikit yang tercatat dalam sejarah federasi sepak bola dunia dan regional. Prestasi anak-anak Makassar, Ramang dan kawan-kawan, di fora internasional, masih melegenda hingga detik ini.

Jatuh bangun PSM mempertahankan eksistensinya. Silih berganti pengurus yang menanganinya. Gonta-ganti strategi perang yang diterapkannya.

Bongkar-pasang pemain dilakukan pelatih. Tentu saja bermura pada satu tujuan. PSM tetap bertengger di papan atas percaturan sepak bola Indonesia. Mengibarkan nama baik Makassar pada khususnya.

Kini, hari Senin baik ini, yang dinanti itu telah tiba. Tim PSM akan memulai perang resmi kompetisi yang dahsyat. Di Stadion Andi Mattalatta Mattoanging, sore ini, anak-anak Makassar itu akan menunjukkan jati dirinya. Mereka akan menjemput awal takdirnya. Menjadi pemenang atu pecundang dalam perang panjang yang bakal menguras energi dan pengorbanan.

Akan tetapi, semangat "paraikatte" yang bermakna kebersamaan sedalam samudera, spirit Ewako yang menggelora seluas angkasa raya di dadanya, mereka tidak mau dipermalukan siapa pun lawannya di stadion neraka Mattoangin. Terlebih lagi mereka tidak sudi mempermalukan penggemarnya di rumah sendiri.

Lantas, kita semua yang menepuk dada dan mengepalkan tinju sebagai PSM Lover, Pencinta PSM, di mana posisi kita? Secara spiritulitas kita berada dalam setiap gerak langkah dan napas, serta arah bola anak-anak juku eja itu. Secara fisik kita akan berada di bangku-bangku stadion.
Memasang mata, bernyanyi, menari dan bedoa, penuh harap anak-anak PSM selamat menuntaskan tugas dan tanggung jawabnya.

Tanggung jawab kita adalah mendukung PSM. Dengan berbagai cara yang baik, tertib, teratur, dan sopan. Kita adalah PSM Lover yang benar-benar penuh dengan cinta dan kasih sayang. Bukan holigans yang anarkis dan brutal.

Bagi mereka yang belum pernah datang ke stadion cobalah sisihkan waktu kalau PSM Makassar bertanding. Terutama sore ini. Dijamin, kita akan mendapatkan dua hiburan sekaligus. Satu tiket untuk dua hiburan.

Satu pertandingan dan pertunjukan sepak bola yang bermutu. Lainnya, aksi teatrikal para supporter yang akan menghibur kita dengan gerak dan lagu yang tak henti-hentinya sampai pluit panjang ditiup wasit tanda pertandingan usai.

Mereka akan bernyanyi, menari, bermusik, penuh gairah. Inilah arena pertunjukan hiburan yang penuh suka cita, gembira ria, melupakan sejenak kepenatan hidup dan kehidupan kota metropolis Makassar.

Datang ke stadion - tentu saja membeli tiket - adalah bentuk dukungan penuh kita pula kepada PSM. Bagaimana pun mengelola organisasi PSM dan timnya membutuhkan sumber daya finansial yang luar biasa besar. Tidak dapat dipikul sepenuhnya oleh manajemen.

Membeli tiket masuk adalah manifestasi kontribusi nyata dukungan kita kepada tim kesayangan dan kebanggan kita. Bukan zamannya lagi kita bangga kalau lolos masuk stadion tanpa bayar. Harusnya setiap orang malu kalau tidak membayar tiket. Itu namanya mengambil hak orang lain, ya hak para pemain.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved