Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wah, Masuk ke Bantimurung kini Bayar Rp 50 Ribu Seorang

Jika masuk di lokasi taman tersebut, tak satupun alat atau perlengkapan yang digratiskan, seperti tikar.

Penulis: Ansar | Editor: Ina Maharani
Tribun/Ansar
Bantimurung sepi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Warga Maros mulai merasa bosan, berlibur di Taman Wisata Alam Bantimurung. Hal tersebut disebabkan, pembayaran retribusi Rp 25 ribu perorang.

Seorang warga, Muh Bakri, Minggu (29/3/2015 ), mengatakan, pungutan tersebut dilakukan oleh pihak pengelola, dua kali. Pungutan pertama di pos masuk yang tak jauh dari patung monyet.

Pada pos tersebut, warga dimintai uang Rp 25 rIibu perorang, begitupun juga di pintu masuk permandian. Jadi warga yang ingin berlibur harus menyediakan uang masuk Rp 50 ribu.

Jika masuk di lokasi taman tersebut, tak satupun alat atau perlengkapan yang digratiskan, seperti tikar.

"Saya sudah bosan ke Bantimurung. Masa kita bayar mahal, baru fasilitasnya tidak disediakan. Di pintu masuk itu, petugas berdiri seprti preman. Suka membentak orang. Dia bilang mana karcismu," kata Bakri.

Pungutan Rp50 rb tidak sebanding dengan pelayanannya. Tikar yang tersedia di lokasi permandian, harus disewa Rp 0 rb.

Pantauan Tribun, lokasi permandian tersebut sepi dibandingkan dengan tahun lalu, sebelum pungutan dilakukan dua kali.

Puluhan petugas, yang bertugas periksa karcis, berdiri di pintu masuk, beberapa yang duduk dipinggir pintu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved