Kualitas Pelayanan Jamkesda di Makassar Belum Optimal
Salah satunya, nampak terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya.
Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Anita Wardana
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR--Kualitas pelayanan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Kota Makassar dinilai belum optimal dilakukan oleh petugas kesehatan kepada peserta Jamkesda. Salah satunya, nampak terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya.
Hal tersebut disampaikan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Nobel Indonesia, Maryadi saat mempertahankan disertasinya untuk meraih gelar doktor dalam bidang Administrasi Publik pada Program Pascasarjana (PPs) Universitas Negeri Makassar, Selasa (17/3/2015).
Pria kelahiran Jakarta, 14 Mei 1969 ini mempertahankan disertasinya berjudul "Analisis Penerapan Pelayanan Publik Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di RSUD Daya Kota Makassar".
Sidang promosi doktor tersebut dipimpin Asisten Direktur PPs UNM Prof Dr Andi Ikhsan dengan Prof Dr Muh Tahir sebagai promotor, Prof Dr Salamun Pasda dan Dr Muhammad Akbar sebagai ko promotor. Sementara, tim penguji lainnya yaitu Prof Dr Haedar Akib, Prof Dr Muh Rifdan dan Dr Muh Said Saggaf.
Menurutnya, tingkat kepuasaan peserta Jamkesda di RSUD Daya masih rendah baik dari segi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati maupun pada segi bukti fisik.
"Dari segi keandalan, pelayanan Jamkesda belum optimal serta belum dilakukan secara tepat dan cepat sebagai upaya meningkatkan kepuasan kepada pasien Jamkesda itu sendiri,"katanya.
Oleh karena itu, Maryadi mengimbau kepada pemangku kebijakan agar hendaknya dapat memperhatikan dan mengevaluasi kinerja kualitas pelayanan untuk mengoptimalkan dan memenuhi kepuasaan pasien kesehatan gratis di Kota Makassar.
Maryadi juga mengharapkan adanya upaya peningkatan kualitas sumber daya tenaga medis, baik kompetensinya maupun keterampilannya. Peningkatan kualitas tersebut dapat dicapai melalui pendidikan dan latihan untuk memenuhi kepuasaan terhadap pelayanan bagi pasien Jamkesda. (*)