Harga BBM Naik
Meski BBM Naik, Harga Makanan dan Minuman Olahan Masih Stabil
Menurut Asaf, kenaikan biaya distribusi sama dengan kenaikan harga BBM premium Rp 200.
Penulis: Andi Chaerul Fadli | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Chaerul Fadli
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Harga produk industri makanan dan minuman di Sulsel tidak naik seiring kenaikan harga bahan bakar minya (BBM) di awal Maret 2015. Stabilitas ini dijaga Asosiasi Pengusaha Industri Makanan dan Minuman (Asprindo) Sulsel karena kenaikan BBM tidak begitu besar.
"Tidak ada kenaikan. Kita tetap jaga pasar kita, lagi pula kenaikan juga tidak begitu besar," ujar Asaf kepada Tribun Timur, Kamis (5/3/2015). Menurutnya, kenaikan terjadi pada sektor distribusi bahan baku dan produk ke pasaran.
Menurut Asaf, kenaikan biaya distribusi sama dengan kenaikan harga BBM premium Rp 200. Kendati demikian ia tak memungkiri fluktuasi harga BBM sejak Januari 2015 membuat pelaku usaha kebingungan .