HP 'Jadul' Lebih Laris di Jepang, Kalau Indonesia, Gengsi?
Salah satunya adalah jenis ponsel lipat
TRIBUN-TIMUR.COM- Penggunaan handphone (hp) atau ponsel pintar (smartphone) bukan lagi barang yang luar biasa di Indonesia. Mungkin saking banyaknya, warga desa negeri ini pun akrab dengan smartphone. Tapi tahu gak, bagaimana smartphone di negeri samurai, Jepang?.
Meski dikenal sebagai salah satu negara produsen teknologi smartphone, negara maju ini justru cenderung memilih ponsel jaman dulu atau ‘jadul’.
Mengapa? seperti diberitakan Independent.co.uk dikutip Intisari-Online.com, Rabu (18/2/2015), sebagian besar masyarakat di Jepang lebih pilih ponsel "jadul" daripada smartphone baru.
Salah satunya adalah jenis ponsel lipat. Ini sesuai survei MM Research Institut.
Dari laporan Reuters, yang juga dikutip Intisari-Online.com, pengiriman ponsel tradisional, alias jadul, mengalami kenaikan pada 2014.
Ini merupakan peristiwa pertama kalinya dalam tujuh tahun terakhir. Di saat yang sama, pengiriman ponsel pintar justru mengalami penurunan.
Pengiriman ponsel lipat naik 5,7 persen pada 2014. Sedangkan smartphone turun kira-kira 5,3 persen, menurut data dari MM Research Institute.
Kabarnya, hal itu disebabkan harga smartphone yang sangat mahal di Jepang. Sementara ponsel tradisional dijual murah.
Akibat hal tersebut, beberapa perusahaan-perusahaan elektronik besar Jepang, seperti Panasonic dan NEC, menarik diri dari bisnis smartphone, dan mereka lebih memilih untuk membuat ponsel murah saja.
Itulah keunikan yang terjadi di negara maju seperti Jepang. Ternyata masyarakat di Jepang lebih pilih ponsel "jadul" daripada smartphone baru. (independent.co.uk/Reuters/Intisari-Online.com)