Merugilah Orang yang Suka Cukur Bulu Ketiak, Ini Penjelasannya
Ternyata kelenjar apokrin ketiak dipercaya dapat berfungsi sebagai ‘feromon’ yang..
TRIBUN-TIMUR.COM- Bagi Anda yang rajin mencukur habis bulu ketiak, ketahuilah, Anda termasuk orang yang menghilangkan satu fungsi pertahanan tubuh Anda sendiri.
Seperti dilaporkan dokter Alvin Nursalim, anggota KlikDokter.com, adanya bulu ketiak merupakan bagian dari perjalanan panjang manusia dalam berevolusi.
Pertumbuhan bulu di beberapa tempat pada tubuh manusia merupakan sebuah mekanisme pertahanan tubuh, baik untuk menjaga kehangatan, penguapan atau mekanisme perlindungan.
Bulu ketiak biasanya mulai tumbuh pada awal masa pubertas dan mulai berakhir setelah masa remaja berakhir.
Lokasi ketiak manusia yang berbentuk lipatan, cenderung lebih lembab dari daerah lainnya.
Kelembaban pada daerah ini, sekret dari kelenjar apokrin ketiak, beserta bakteri pada lokasi ini, akan menyebabkan bau khas pada ketiak.
Tetapi ingat, fungsi bulu ketiak pada dasarnya memberikan perlindungan dari gesekan dan bulu ketiak penting untuk reproduksi.
Pada hewan mamalia, feromon atau hormon reproduksi dapat menarik lawan jenis untuk mendekat. Namun feromon kurang berperan pada manusia, atau mungkin kita yang belum menemukan feromon pada manusia sampai saat ini?
Ternyata kelenjar apokrin ketiak dipercaya dapat berfungsi sebagai ‘feromon’ yang menarik calon pasangan.
Seperti yang telah dipaparkan, kelenjar apokrin dan kelembaban pada bulu ketiak dapat menyebabkan bau ketiak yang menandakan bahwa Anda sudah sampai tahap siap untuk bereproduksi.
Fakta ini sejalan dengan fakta bahwa bau badan umumnya terjadi pada masa remaja.
Berdasarkan penelitian terakhir, ternyata setiap manusia memiliki bau ketiak yang berbeda satu sama lain, yang memberikan identitas unik pada setiap manusia.
Walaupun misteri fungsi bulu ketiak masih memerlukan penelitian lebih lanjut, ternyata bulu ketiak bukan saja bulu yang tumbuh tanpa fungsi. Namun bulu ketiak memiliki fungsi dasar dalam menunjang kehidupan manusia. (dr Alvin Nursalim/KlikDokter.com).