Jamaah Umrah Indonesia Dijanjikan Pulang Sampai Senin Depan
Jusran mengabarkan pemondokan yang difasilitasi travel masih tergolong baik.
Penulis: Aqsa Riyandi Pananrang | Editor: Ilham Mangenre
Laporan Wartawan Tribun Timur, Aqsa Riandy Pananrang
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Sekitar 240 jamaah umrah dari berbagai daerah di Indonesia termasuk 50 dari Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya bisa pasrah menunggu pemulangan ke Tanah Air.
Salah satu jamaah umrah dari Makassar, M Jusran, Jumat (9/1) petang ini, mengabarkan pihak travel menjanjikan memberangkatkan mereka ke Indonesia secara bertahap hingga Senin pekan depan.
Jamaah memanfaatkan jasa biro perjalanan haji dan umrah PT Adam Malik Wisata Mulia bekerja sama PT Al Aqsha Jisru Dakwah.
“Katanya ada pemberangkatan sebentar malam (malam ini). Tapi sejak awal begitu janji mereka dan sampai hari ini hanya sekadar janji saja belum ada realisasinya. Katanya jamaah diberangkatkan bertahap dan akan selesai sampai Senin depan,” katanya melalui pesan BlackBerry Massenger (BBM) dari Madinah.
Saat ini jamaah hanya bisa pasrah menunggu pemulangan dari pihak travel maupun otoritas untuk membantu kepulangan mereka dari Madinah ke Tanah Air.
“Kita hanya bisa berdoa semoga cobaan ini bisa cepat selesai sehingga kami kembali berkumpul dengan keluarga,” ujar Jusran yang mengaku sudah rindu bertemu tiga anaknya yang masih kecil di rumahnya dibilangan Jl Minasaupa, Makassar. Saat ini, ketiga buah hati mereka dijaga dan dirawat keluarga.
Awalnya, jamaah yang berangkat ke Arab Saudi via Madinah 26 Desember lalu tersebut seyogyanya sudah pulang ke Tanah Air pada 3 Januari 2015.
Mereka diberangkatkan biro perjalanan umrah dan haji PT Adam Malik Wisata Mulia bekerja sama PT Al Aqsha Jisru Dakwah.
Namun, hingga kemarin mereka masih berada di Madinah menunggu keberangkatan pulang ke kampung halaman. Untung saja, pengelola travel masih menanggung akomodasi dan penginapan jamaah selama berada di Saudi.
Jusran mengabarkan pemondokan yang difasilitasi travel masih tergolong baik.
Penundaan pemulangan bahkan sudah terjadi hingga lima kali. Pada 4 Januari lalu, sekitar 240 jamaah Indonesia tersebut bahkan sudah berada di Jeddah untuk persiapan pemulangan. Tapi karena belum mendapat tiket dari pihak travel mereka urung berangkat dan dikembalikan ke Madinah.
Sebelumnya sudah ada sembilan jamaah umrah yang berangkat dari Jeddah ke Medinah mendahului jamaah lainnya karena mereka dijanjikan terbang ke Malaysia pada 6 Januari lalu.
Alih-alih pulang ke Tanah Air, sembilan jamaah tersebut harus menelan kekecewaan dan urung berangkat.
“Katanya ada penerbangan pada 6 Januari malam ke Malaysia untuk selanjutnya ke Jakarta. Tapi ternyata tidak ada. Jadi dia hanya sampai di Madinah cari hotel sendiri dan bayar sendiri hotel-nya. Hotel dan makannya pun masih ditanggung sendiri,” jelasnya.