AirAsia Hilang Kontak
Putri Ilham Arief Sirajuddin Doakan Sahabatnya Selamat
Noya sapaan T Winoya (17) adalah teman sekelas Hera (17) di SMA Katolik Rajawali, Makassar. Hera dan Noya kelas IX SMA favorit Kota Makassar tersebut.
Penulis: Ilham Mangenre | Editor: Ilham Mangenre
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Sahabat putri mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, Sitti Hamsinah Khaeratunnisa (17), Theodoros Winoya, adalah penumpang pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang kontak.
Dalam daftar penumpang nama Winoya urutan 123). "Sahabatku kodong, Noya," kata Hera sapa Khaeratunnisa, Selasa (30/12/2014).
Noya sapaan T Winoya (17) adalah teman sekelas Hera (17) di SMA Katolik Rajawali, Makassar. Hera dan Noya kelas IX SMA favorit Kota Makassar tersebut.
Hera mengungkapkan, Noya adalah orangnya supel namun tak berkomentar lagi di grup pertemanannya, obrolan LINE, seiring kabar AirAsia QZ8501 hilang, Minggu (28/12/2014) pagi. Begitupula di Path.
"Kami sembilan orang teman di grup LINE. Noya sempat pamit berlibur ke Surabaya karena orang tuanya berada di Surabaya," ungkap Hera.
Sebelum berangkat ke Surabaya, kata Hera, Noya tidak pernah mengabari jika mau lanjut berlibur ke Singapura. Namun akhirnya ketahuan dari penelusuran teman-temannya, keluarga Noya, dan berita daftar nama penumpang QZ8501.
Menurut Hera, sehari sebelum Noya hendak ke Singapura, "dia bilang sama kami kalau dia sudah di Surabaya untuk berlibur," ujar putri Aliyah Mustika, ini.
Hera masih berharap Noya kembali ke SMA Katolik Rajawali. "Semoga Noya tidak apa-apa, kembali ko nah," ucap Hera merindukan sahabatnya itu.
Hera lalu bercerita, Noya sempat memberi surprise saat Hera merayakan ulang tahun ke-17 di kediaman orang tua Hera, Ilham Arief Sirajuddin, di Puri Mutiara, Jl Monginsidi, beberapa waktu lalu.
Di Path, Hera juga meluapkan kesedihannya mencari Noya yang hingga detik ini tak lagi bisa dihubungi.
"Winoya, please, where are you? kabari kami kalau kamu baik-baik saja, Noyaaaaa, kembalikooooo," tulis Hera di Path.
Duka keluarga Winoya di Makassar, baca Tribun Timur, Rabu (31/12/2014) (*)