Bocah 12 Tahun ini Pecahkan Rekor Pembuat Pesawat Luar Angkasa
Dia mencetak sejarah dengan menciptakan pesawat luar angkasa terkecil pertama di dunia yang mampu menembus atmosfir bumi dan mendarat dengan aman.
TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang warga Australia dan anak laki-lakinya yang baru berusia 12 tahun sedang berupaya mencetak sejarah dengan menciptakan pesawat luar angkasa terkecil pertama di dunia yang mampu menembus atmosfir bumi dan mendarat dengan aman.
Robert Brand tengah mengembangkan pesawat yang diberinama ThunderStruck, Brand mengklaim pesawatnya akan menjadi pesawat yang sangat penting bagi penelitian luar angkasa di masa depan.
Brand menggambarkan pesawat yang tengah dikembangkannya ini adalah kendaraan bersayap berukuran paling kecil yang akan mampu meninggalkan orbit bumi dan terbang berputar dalam sistem solar, setidaknya pesawat ThunderStruck ini bisa terbang hingga mencapai Planet Mars atau di dekat asteroid bumi.
"Penggunaan pesawat ini bisa sangat beragam bisa digunakan oleh militer atau juga untuk melakukan pengumpulan sampel riset dan kembali ke bumi," papar Brand.
"Pesawat ini tidak akan melakukan pengumpulan sampel sendiri, tapi hanya merupakan kendaraan survey di luar angkasa yang bisa dibawa didalam kapsul untuk kemudian diterbangkan kembali ke bumi,"
Brand mengatakan keunikan pesawat ThunderStruck buatannya adalah karena pesawat ini bisa terbang bolak balik untuk kepentingan percobaan ekstrim tanpa perlu keluar dari orbit atau bisa juga diterbangkan menuju orbit yang ditempatkan didalam roket kemudian dimasukan kembali, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh pesawat lainnya.
"Saat ini hanya ada satu pesawat setipe dengan ThunderStruck dan itu milik militer AS," katanya.
"Pesawat milik militer AS itu baru saja kembali dalam penerbangan mengelilingi bumi yang berlangsung selama 2 tahun namun kita belum tahu apa saya yang dilakukan oleh pesawat tersebut,"
ThunderStruck mampu mendarat dengan tepat dibandingkan dengan pesawat yang lebih besar, jika uji coba berjalan sebagaimana yang diharapkan.
Brand yang tinggal di Sydney mengaku proyek ThunderStruck didukung oleh sejumlah lembaga Pemerintah Australia dan juga universitas.
"ThunderStruck direncanakan akan menjadi pesawat yang siap dioperasikan dalam kurun waktu lima tahun mendatang, namun sebelumnya akan menjalani serangkaian tes," katanya.
Keunikan lain dari pesawat mini ThunderStruck adalah penciptaannya melibatkan anak laki-laki Brand yang baru berusia 12 tahun, Jason dalam tes pertamanya.
April mendatang pesawat ThunderStruck dijadwalkan menjalani tahapan tes transonik yang akan menguji kemampuan pesawat berukuran 2,5 meter itu untuk diterbangkan dengan kecepatan mendekati mach 2 yang lebih cepat dari kecepatan suara.
Brand mengatakan anaknya membantunya melepaskan dan membawa kembali balon dengan altitude tinggi dari stratosfer. Diusianya yang masih muda Jason juga ternyata memiliki keahlian yang luar biasa mengenai teknologi ruang angkasa.
"Dia bertekad menerbangkan pesawat dengan pengendali jarak jauh alias remote control dari jarak 45 kilometer,"