Rupiah Melemah, Harga Smartphone di Makassar Naik
Sebab, harga barang pun ikut merangkak naik yang membuat pembelian menurun.
Penulis: Rasni | Editor: Ilham Mangenre
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM-Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS belakangan ini akan berimbas pada berbagai sektor seperti elektronik, gadget, dan produk IT.
Sebab, harga barang pun ikut merangkak naik yang membuat pembelian menurun.
Nilai tukar Rupiah belakangan ini melemah.
Rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp 12.900 per dolar AS, namun hingga kemarin petang, mulai menguat di level Rp 12.720 per dolar AS.
Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) Sulsel, Eddy S, Rabu (17/11/2014), memastikan ada kenaikan harga produk IT. Kenaikan harga bervariasi.
“Tergantung produk dan asal pabrikannya. Presentase kita belum bisa prediksi tapi dipastikan ada kenaikan (harga),” kata Eddy kepada Tribun.
Stephanus A, pemilik Sentosa Celluler, tenant gadget di MTC Karebosi, menjelaskan, rata-rata harga produk sudah naik berkisar 5-10 persen memasuki Desember ini. Menurutnya, kebanyakan produk gadget dari luar negeri.
“Sehingga jika Rupiah turun harga naik. Kebetulan saya baru belanja tadi pagi (kemarin) dan harganya sudah naik semua. Jadi kami naikkan harga jualnya. Tetapi tidak terlalu besar maksimal 20 persen dari harga awal,” jelasnya ditemui di lantai 3 MTC Karebosi, Makassar.
Smartphone Asus Zenfone 5 misalnya naik dari Rp 2,3 juta menjadi Rp 2,5 juta. Begitupun Samsung Galaxy Grand 2 yang awalnya Rp 3,4 juta naik menjadi Rp 3,6 juta.
Menurut Area Head Sulawesi Bali Lombok Erafone, Andi Irawan, kenaikan harga akibat imbas pelemahan Rupiah tidak signifikan. Berbeda pascakenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rata-rata mencapai 10 persen.
Ia memperkirakan kenaikan harga produk gadget maupun smartphone hanya berkisar lima persen. “Meski harga naik tapi masih kategori stabil dan masih bisa dijangkau semua kalangan yang pada dasarnya mau membeli produk gadget dan IT,” ujarnya.
Pakaian
Produk busana impor di Makassar tak terkecuali ikut menyesuaikan harga. Veronika, salah satu suppliar pakaian impor, menjelaskan, menaikkan harga harus dilakukan.
Selengkapnya, baca Tribun Timur, Kamis (18/12/2014)