Munas IX Golkar
Kenapa Golkar Sultra Segan ke Sulsel? Ini Alasannya
Ridwan Bae, segan dan meminta maaf kepada Syahrul YL karena membuat Syahrul marah di Munas Golkar.
Penulis: Mansur AM | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Mansur AM
TRIBUN-TIMUR.COM, DENPASAR -Ketua DPD I Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, segan dan meminta maaf kepada Ketua Golkar Sulsel Syahrul YL karena membuat Syahrul marah di Munas Golkar.
Lalu kenapa Ridwan tak melawan saat 'diserbu' kader Golkar Sulsel di arena munas? Ketua Harian DPD Golkar Makassar, Haris Yasin Limpo, punya jawabannya.
"Ridwan kemarin kan terpilih ketua provinsi karena musdanya di Makassar," kata Nyanyang, sapaan Haris di Westin Resort Nusa Dua, Bali, Kamis (4/12/2014).
Saat itu Ridwan masih menjabat Ketua DPD II Golkar Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) lalu menantang incumbent Ali Mazi.
Musda deadlock dan Terancam perpecahan. Pendukung kedua saling adu kuat. DPP GOlkar yang masih diketuai Jusuf Kalla memerintahkan musda Sultra di Sulsel. Lokasi musdanya di Kantor Golkar makassar, Jl Lasinrang, 22 Juli 2008.
Musda dikawal kader AMPG. Pendukung Ali Mazi tak berani menyerbu kantor Golkar. Akhirnya Ridwan BAE terpilih aklamasi.
Kemenangan ini disambut suka cita kubu Ridwan BAE, mantan Bupati Muna ini. Sementara kubu Ali Mazie, Ketua Non Aktif DPD Golkar Sultra sekaligus mantan Gubernur Sultra yang kalah dalam pilkada lalu memprotes proses pemilihan tersebut.
"Sungguh sangat memalukan Musdalub Golkar Sulawesi Tenggara yang diadakan di Makassar. Golkar Sulawesi Tenggara punya rumah, kok, melakukannya di rumah orang. Apakah aparat keamanan di Kendari tidak bisa mengamankan sehingga harus dilakukan di Makassar," kata Ketua DPD Golkar Sulawesi Tenggara, Ali Mazi. (*)