Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Aniaya 4 Mahasiswa, Aktivis: Danny Pomanto Jangan Pakai Kekerasan

Asram Jaya menyarankan Wali Kota Makassar tidak menggunakan kekerasan menghadapi unjuk rasa mahasiswa.

Penulis: Ilham Mangenre | Editor: Suryana Anas

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Mangenre

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Pemerhati Kebijakan Publik Fadly Noor dan Direktur FIK Ornop Sulsel Asram Jaya menyarankan Wali Kota Makassar Danny Pomanto tidak menggunakan kekerasan menghadapi unjuk rasa mahasiswa.

Fadly dan Asram menanggapi pemukulan terhadap empat mahasiswa yang unjuk rasa di Balaikota, Senin (1/12/2014), baca: http://makassar.tribunnews.com/2014/12/01/bemm-danny-pomanto-pakai-preman-bayaran-pukuli-4-mahasiswa

"Kalau begini, DP (Danny Pomanto) kehilangan kecerdasan memahami aksi mahasiswa, ide cerdasnya tidak jalan," kata Asram, Senin (1/12/2014).

Fadly, mengatakan, jika hal tersebut benar, patut disayangkan. Ia pun menyarankan Danny memahami etikat kepemimpinan yang demokratis.

"Karena menggunakan cara-cara barbar dan primitif. DP (Danny Pomanto) sebaiknya menggunakan cara-cara elegan dan lebih smart dalam menghadapi pendemo. Cara yang lebih smart akan mengafirmasi kampanyenya soal smart city.

DP juga harusnya meladeni para pendemo yang juga warganya sendiri dengan tetap ramah, sebagai bukti kampanye makassar sombere," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved