Tari Padduppa Tampil, Penonton Moskow Merekam
Baju bodo hijau dan kilauan kain sutra dan hiasan kepala warna emas, kontan menjadikannya pusat perhatian penonton.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ilham Mangenre
Laporan Wartawan Tribun Timur, Thamzil Tahir
MOSCOW,TRIBUN-TIMUR.COM- Tari Padduppa atau penjemput tamu membuka penampilan delegasi budaya dan seni Indonesia di ajang Moscow, Winter Bazaar 2014 di Radisson Hotel, Moskow, Rusia, Sabtu (29/11/2014).
Tidak dari balik panggung, seperti lima rombongan pementasan dari negara-negara Amerika Latin, Eropa, dan negara perserikatan Rusia, enam penari dan empat musisi justru naik panggung dari belakang penonton.
Suara pui-pui, alat musik tiup yang dimainkan Abdi "Cucut" Basith dari Sanggar Seni Aju Ara, membuat sekitar 600 penonton berbalik.
Mereka surprise saat melihat Febriani Irma Putri, putri kadis pendidikan Kota Makassar Mahmud BM, menapaki tangga belakang theater.
Baju bodo hijau dan kilauan kain sutra dan hiasan kepala warna emas, kontan menjadikannya pusat perhatian penonton.
Berderet tiga penari lain, Salsya Nurmaulidia, Nur Ainun Annisa, dan Cristania Stevonda, dengan kostum yang sama, membuat puluhan penonton merekam aksi awal tari Padduppa dengan smartphone mereka.
Abdi Basith, sebagai pemimpin kelompok naik ke panggung lebih dulu. Lalu disusul Puput Syahbuddin, Muhammad 'Kiki' Rezky dan Halide "Midun" Hasbi, mengekor di belakang.
Sebagai komposer, Abdi Basith, yang selama tiga tahun menetap di Moscow (2009-2011), sebagai guru seni di KBRI Moscow, memang sudah merancang pementasan di Moscow Winter Bazaar ke-36 ini berbeda.
Di sisi kanan panggung, di barisan kursi depan, Syahruddin Aris, sang koreografer dan penata artist, tegang menyaksikan pentas kedua anak didiknya di awal musim dingin Moscow ini.
Pentas pertama di acara resmi penyambutan di KBRI Moscow, Rabu (27/11/2014) malam lalu.
Aris adalah guru seni di SMPN 33 Makassar.
Ini kali kedua dia diikutkan dalam rombongan pemrntasan seni budaya Pemkot Makassar ke Moscow.
Di samping Aris, sejumlah pejabat Pemkot Makassar dari Dikbud dan Dinas Pariwisata, tak kalah tegangnya.
Mereka membaur dengan sekitar 30-an diplomat RI, staf, dan keluarga besarnya.
Secara umum, pementasan 10 duta budaya dan seni asal Kota Daeng ini, mengundang tepuk tangan panjang penonton yang didomiNasi diplomat dan keluarga ekalspatriat dari sekitar 100 negara dunia di Rusia.