Harga BBM Naik
Polda: Kepalanya Pecah, Otak Korban Bentrok Keluar
Syahrul tak ada di kantor. Saat itu, dia di warung kopi di kawasan Toddopuli.
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Bentrokan antara mahasiswa Universitas Muslim Indonesia dengan polisi dan warga, Kamis (27/11/2014), dipicu unjuk rasa demo menolak harga BBM naik di depan Kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Komisaris Besar Endi Sutendi mengatakan, saat berunjuk rasa, mahasiswa hendak bertemu dengan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, sekitar pukul 15.45. Syahrul tak ada di kantor. Saat itu, dia di warung kopi di kawasan Toddopuli.
Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UMI Bersatu Tolak Kenaikan BBM tetap ngotot ingin bertemu dengan kemudian berusaha masuk ke Kantor Gubernur Sulsel dengan menerobos pagar. Satpol PP dibantu polisi menghalau.
Sekitar pukul 15.55, ada lemparan ke arah barikade polisi. Dibalaslah lemparan itu oleh Satpol PP. “Pukul 16.40, terjadi bentrok,” kata Endi.
Polisi melontarkan gas air mata dan menyemperot air ke arah pendemo yang dibalas dengan lemparan batu. Ada pula memanah. Akhirnya terjadi aksi saling lempar hingga menyebabkan jatuhnya korban.
Seorang polisi, Aiptu Rahmat Yusuf, kepalanya terkena batu dan kulit kepalanya sobek. Polisi ini merupakan personel pengendali massa atau dalmas Polrestabes Makassar.
Dari pihak warga, juga ada korban luka.
“Sekitar pukul 17.00 Wita, di depan Alfamart terdapat warga terluka. Kepala bagian belakangnya pecah, otaknya keluar. Namanya Ari Pepe, umur 27 tahun, Pak Ogah, warga Jl Pampang 1. Saat itu belum meninggal,” kata Endi menjelaskan.
Sebelumnya, polisi hendak membubarkan aksi mahasiswa dan menghalau masuk kampus menggunakan mobil water canon. Mahasiswa berlarian. “Saat itu ditemukan seseorang tergeletak di pinggir jalan. Polisis lalu menolong dengan membawanya ke RS Ibnu Sina. Sekitar pukul 18.11,” kata Endi.
Lebih lanjut, Endi menjelaskan, dugaaan penyebab meninggalnya Ari karena luka di kepala yang menyebabkan pendarahan karena benturan benda keras.(*)