PK Identitas Unhas Gelar Pelatihan Menulis untuk Lingkungan
Pelatihan bertema “Jurnalisme Riset: Lingkungan” ini akan berlansung selama 5 hari (22-26/11),
Penulis: Muh. Taufik | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Masalah lingkungan seakan tak ada habisnya. Menurut World Wide Fund (WWF) dalam Strategic Plan 2014-2018 menyatakan tantangan Indonesia saat ini yakni di satu sisi mengurangi kesenjangan antara kaya dan miskin.
Di sisi lain mengurangi konsumsi dan eksploitasi berlebihan akan sumber daya alam. Dengan pertumbuhan populasi yang begitu cepat, generasi muda Indonesia akan menghadapi kelangkaan sember daya, yang akan memicu konflik ketidaknyamanan.
Dari sedikit fakta di atas Penerbitan Kampus (PK) Identitas Universitas Hasanuddin menggelar pelatihan nasional untuk membuka kesadaran para penulis muda akan gentingnya kondisi lingkungan kini.
Demikian rilis yang diterima redaksi tribun-timur.com, Kamis (20/11/2014).
Pelatihan bertema “Jurnalisme Riset: Lingkungan” ini akan berlansung selama 5 hari (22-26/11/2014), dengan menghadirkan pemateri dari Dewan Pers yakni Nezar Patria yang juga redaktur pelaksana viva.co.id, wartawan dan litbang KOMPAS, Direktur Komunikasi dan Advokasi World Wild Fund Nyoman Iswarayoga, dan Nurhady Sirimorok dari Dewan Redaksi Jurnal Wacana yang juga penulis Laskar Pemimpi.
Pelatihan akan dilangsungkan di Kota Makassar dan para peserta juga akan dibekali pengalaman meliput dilapangan dengan meninjau langsung kondisi perkotaan dan menuliskannya. Penulis muda ini akan dipandu lansung oleh peneliti dari KOMPAS yakni Yuliani Rini dan Wartawan KOMPAS Brigitta Isworo Lakshmi.
Dihari terakhir peserta akan diajak berwisata di kota Makassar dan Taman Kupu-Kupu Bantimurung di Maros .
Kegiatan ini berlansung atas dukungan PT Vale, PT energi Sengkang, Dirjen Dikti, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kota Maros, Bank SulselBar, KOMPAS, Semen Bosowa, XL, dan Yayasan Kalla.
Jadi tunggu apa lagi, segera daftarkan jika anda adalah anggota aktif pers mahasiswa. Mari lebih dekat dengan alam dengan menulis.