Kekerasan Polisi di Makassar
Penyerangan Polisi ke Kampus UNM Jadi Trending Topik Sosmed
Data hasil monitoring dilakukan satu pekan terakhir mulai dari tanggal 8 November -14 November
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Hasim Arfah
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Win and wise comunication merilis percakapan penyerangan polisi ke kampus UNM masih dominasi percakapan di Sosial Media.
Hasil ini dari monitoring demo mahasiswa Makassar yang dilakukan oleh lembaga wwcomm bekerjasama dwmgan situs www.sosmedmonitoring.com.
Data hasil monitoring dilakukan satu pekan terakhir mulai dari tanggal 8 November -14 November memperlihatkan hasil sebagai berikut, Trand Of voice (banyaknya percakapan yang terjadi terkait dengan demonstrasi 9.210 percakapan, Netral 4.930, positif 2.741 dan negatif 2.451.
Trand Of nitizen (banyaknya warga disosmed) terdapat 5.239 nitizen, Posisi netral masih diatas dengan 2.530, positif 1.470 dan negatif 1.301.
Dari monitoring ini masih terlihat warga makassar yang berbincang di sosmed masih cenderung netral artinya tidak mempermasalahkan demo yang terjadi besarnya 47.2persen, yang mendukung 31 persen dan yang menolak 21,8persen.
Namun yang menjadi kekhawatiran dari trand pembacaan kami mulai terjadi trand warga yang menolak demo makin meningkat.
Banyak di antara mereka yang antipati karena kondisi macet yang sangat parah akibat demo yang dilakukan dengan menutup akses jalan.
Untuk hari ini percakapan yang dominan terkait kata kunci demo mahasiswa adalah penyerangan yang dilakukan oleh polisi di kampus UNM.
"Sebagai mantan aktivis yang sekarang konsen bekerja pada tracking sosial media saya menghimbau teman-temab mahasiswa untuk bisa berdemo dengan tertib. Jangan mengganggu ketertiban lalu lintas agar aksi mereka mendapat simpati dan dukungan oleh warga khususnya di sosial media," kata Direktur lembaga wwcomm, Anwar Abugaza, Kamis (14/11/2014). (*)