Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kekerasan Polisi di Makassar

ALWARI Kecam Penganiaya Wartawan

Yang melakukan penganiayaan pada Jurnalis yang sedang meliput demo isu kenaikan BBM.

Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Suryana Anas

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muh Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Aliansi Wartawan Radio Indonesia (ALWARI) Makassar mengecam perbuatan aparat kepolisian yang melakukan pengrusakan fasilitas Kampus UNM dan penganiayaan pada Jurnalis yang sedang meliput demo isu kenaikan BBM.

Ketua Alwari Makassar, Fitriyani mengungkapkan perilaku polisi tersebut tidak menunjukkan bila mereka adalah pengayom masyarakat.

"Slogan mereka selama ini tidak bernilai apa-apa dengan kejadian ini. Saya jg menjadi heran, kenapa aparat kita itu menjadi beringas seperti itu? Siapakah yang sebenarnya main hakim sendiri?," ungkap Fitri, Jumat (14/11/2014).

Alwari menuntut agar pelaku tindakan anarkisme tersebut untuk diproses hukum sebagaimanamestinya.

"Mahasiswa saja kalau merusak kampusnya, harus diproses. Padahal mereka itu bayar SPP. Nah, ini ndak ada sumbangsih apa-apa malah merusak. Harus diusut tuntas siapa pelaku pengrusakan fasilitas kampus UNM dan penganiayaan rekan-rekan Jurnalis yang sedang bertugas. Bahkan, kalau perlu lebih transparan lagi, suruh tunjuk siapa yang memberikan perintah pengrusakan itu," tegas Fitri. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved