Kisah Sajang Rennu Risna
Persamaan Risna dan Prabowo di Mata Asdar Muis RMS
Tulisan tersebut diposting Asdar di facebook-nya pada 20 Oktober 2014 pukul 20.09 wita.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sebelum meninggal pada 27 Oktober lalu, jurnalis cum seniman Asdar Muis RMS rupanya telah menulis tentang makna kisah tak sampai Risna (22), bidan desa asal Kabupaten Bulukumba.
Dalam tulisan itu, Asdar menyandingkan kisah Risna dan mantan Danjen Kopasus Prabowo Subianto. Tulisan tersebut diposting Asdar di facebook-nya pada 20 Oktober 2014 pukul 20.09 wita atau sepekan sebelum essays ini meninggal. Berikut ini tulisan Asdar:
Gelisah, Gelitik, Gelimang, Geli ... (22)
Risna yang berusia 22 tahun, melangkah tenang ke panggung pelaminan. Dia menyalami sang mempelai pria, pria yang membuatnya pernah berbunga-bunga selama tujuh tahun, pria yang pernah melamarnya tetapi ditampik oleh orangtua gadis asal Bulukumba itu.
Dia sungguh tenang mengucapkan selamat! Di pusat negeri, Prabowo Subianto melangkah tenang ke ruang DPR untuk menghadiri pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden. Kepalanya tegak. Bibirnya berhias senyum.
Hari-hari terakhir ini, Risna dan Prabowo mengajari kita makna kekalahan: bukan untuk ditangisi! Bukan memendam kemarahan. Bukan memamerkan kecengengan. Kedua sosok ini menawarkan kita dari arti sesungguhnya cinta yakni keikhlasan!(*)