12 Kepala Daerah Cantik di Indonesia
Banyak kalangan menilai, mereka kepala daerah cantik. Ada diantaranya memang pernah dinobatkan tercantik melalui ajang pencarian bakat.
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Edi Sumardi
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Indonesia kini memiliki 512 kabupaten dan kota. Sebanyak 12 di antaranya tercatat sedang dipimpin wanita (petahana). Ada yang menjabat wali kota, bupati, dan wakil bupati.
Banyak kalangan menilai, mereka kepala daerah cantik. Ada diantaranya memang pernah dinobatkan tercantik melalui ajang pencarian bakat.
Kepala daerah ini merupakan pilihan rakyat melalui pemilihan kepala daerah langsung. Terpilih pada usia 30-an, 40-an, dan 50-an tahun. Walau masih tergolong muda, tak sedikit terkait dengan politik kekerabatan.
Selengkapnya, berikut ini profil kepala daerah cantik beserta plus dan minusnya, sebagaimana dirangkum dari data berbagai sumber.

Airin Rachmi Diany, Wali Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten periode 2011-2016. Lahir di Banjar, Jawa Barat, 28 Agustus 1976. Mantan Mojang Bandung ini mulai menjabat wali kota pada usia 34 tahun. Istri dari TB Chaeri Wardana, terdakwa kasus korupsi, sebelumnya diketahui kolektor mobil mewah.
Airin merupakan adik ipar mantan Gubernur Banten, Ratu Atut.

Rita Widyasari, Bupati Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur periode 2010-2015. Lahir di Tenggarong, 11 November 1973. Putri mantan Bupati Kutai Kartanegara sekaligus mantan terpidana kasus korupsi, Syaukani Hasan Rais ini mulai menjabat bupati pada usia 36 tahun.
Rita kini populer karena koleksi tas mewahnya. Selain itu, dia juga mendatangkan grup band rock legendaris ke Kutai Kartanegara serta kursus kecantikan di luar negeri.
Widya Kandi Susanti, Bupati Kendal Provinsi Jawa Tengah periode 2010-2015. Lahir di Semarang, 26 Mei 1964. Mulai menjabat bupati pada usia 46 tahun.
Dia adalah istri Hendy Boedoro adalah mantan Bupati Kendal periode 2000-2005.
Widya berlatar belakang dokter. Sebelum menjabat bupati, dia menjabat Wakil Ketua DPRD Kendal periode 2009-2014.
Christiany Eugenia Paruntu, Bupati Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara periode 2010-2015. Lahir di Manado, 25 September 1967. Mulai menjabat bupati pada usia 42 tahun.
Lulusan Harry Carlton Comprehensive School, Suthon Bomington, Nottingham, Inggris ini berlatar belakang pengusaha. Ayahnya, Jopie Paruntu merupakan mantan Rektor Universitas Sam Ratulangi, Manado.
Idza Priyanti, Bupati Brebes Provinsi Jawa Tengah periode 2012-2017. Lahir di Pesurungan Kulon Kota Tegal, Jawa Tengah, 9 Januari 1971. Mulai menjabat bupati pada usia 40 tahun.
Idza pernah dikaitkan dengan kasus dugaan kepemilikan ijazah palsu.
Illiza Sa'aduddin Djamal, Wali Kota Banda Aceh Provinsi Aceh periode 2014-2019. Lahir di Banda Aceh, 31 Desember 1973. Mulai menjabat wali kota pada usia 40 tahun. Sebelumnya, dia menjabat pelaksana harian wali kota mulai 17 Februari 2014 hingga 16 Juni 2014.

Juliarti Djuhari, Bupati Sambas Kalimantan Barat periode 2011-2016. Lahir di Sambas, 14 Oktober 1960. Mulai menjabat pada usia pada usia 51 tahun.
Sebelum bupati, dia menjabat wakil bupati periode 2006-2011 pada kabupaten yang sama. Ia merupakan wakil bupati dan bupati wanita pertama di Kalimantan Barat.
Juliarti pernah menjabat Kepala Puskesmas Sambas pada Desember 1989. Pada tahun 2001, ia ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Direktur RSUD Sambas. Setelah itu, ia menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Sambas.
Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur periode 2010-2015. Mulai menjabat pada usia 48 tahun. Risma populer karena segudang prestasinya.
Sebelum menjadi wali kota, Risma pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya dan Kepala Badan Perencanaan Kota Surabaya hingga tahun 2010.
Risma merupakan seorang birokrat tulen, yang meniti karier sebagai seorang pegawai negeri sipil Kota Surabaya sejak dekade 1990-an.
Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Tabanan Provinsi Bali periode 2010-2015. Lahir di Tabanan, 21 Desember 1975. Mulai menjabat pada usia 35 tahun. Wirsyasturi merupakan putri dari bupati sebelumnya, Nyoman Adi Wiryatama.
Ia menikah pada tahun 2012 dengan seorang pria yang berasal dari Jakarta bernama Bambang Aditya. Pernikahan dilangsungkan dengan nuansa adat Bali. Dalam pernikahannya ini, ia melaporkan gratifikasi yang diperolehnya kepada KPK senilai Rp 500 juta.

Sri Suryawidati, Bupati Bantul Provinsi DI Yogyakarta periode 2010-2015. Lahir di Jakarta, 26 Maret 1951. Mulai menjabat pada usia 59 tahun.
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia Cabang Bantul, pengurus PMI, Yayasan Kanker Indonesia, Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, Perkumpulan Pemberantasan Tubekulosis Indonesia, dan lainnya.
Indah Putri Indriani, Wakil Bupati Luwu Utara Provinsi Sulawesi Selatan periode 2010-2015. Lahir, 7 Februari 1977. Mulai menjabat pada usia 33 tahun.
Sebelum menjabat wakil bupati, Indah menjadi dosen Ilmu Politik Fakultas ISIP Universitas Indonesia serta dosen Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Bung Karno dan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Penah menjadi tenaga ahli Komisi II DPR RI dan caleg DPR RI pada Pemilu 2009.
Adelheid Sosang, Wakil Bupati Tana Toraja Provinsi Sulawesi Selatan periode 2010-2015. Lahir di Makale, Tana Toraja, 6 September 1969. Mulai menjabat pada usia 41 tahun.
Dia merupakan istri mantan Bupati Tana Toraja, J Amping Situru. Amping pernah menjadi terdakwa kasus korupsi APBD Tana Toraja.
Pernah menjabat Kepala Seksi Pembangunan Kelurahan Tampo Kecamatan Makale, Tana Toraja. Kepala Seksi Ketersediaan dan Kelembagaan Pangan pada Subdin, Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Tana Toraja. Kepala Bidang Bina Produksi Holtikultura pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Tana Toraja.