Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Geng Motor Makassar

Polisi Gagal Atasi Geng Motor, Tentara Akhirnya Turun Tangan

Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akhirnya menyatakan kota dalam kondisi darurat

Editor: Edi Sumardi

liat sangat sudah parah ini geng motor. Makanya, saya sudah menyatakan secara lisan dan sudah bersurat kepada TNI untuk meminta bantuan memberantas geng motor. TNI pun siap membantu aparat kepolisian memberantas geng motor yang sudah sangat meresahkan masyarakat," kata Dany saat ditemui wartawan usai menghadiri acara di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh), Kamis (11/9/2014).

Selain itu, Danny juga telah menyiapkan surat edaran kepada seluruh pengelola apotik di kota Makassar untuk lebih lebih ketat dalam menjual obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan negatif.

"Geng motor yang rata-rata anak di bawah umur itu antara kisaran 15 tahunan berani berbuat kriminal dengan merampok dan membunuh karena minum obat-obat daftar G atau menghirup aroma lem fox. Jadi mereka dalam keadaan 'fly' atau mabuk obat. Makanya kami menginstruksikan kepada seluruh pengelola apotik di seluruh wilayah kota Makassar untuk lebih ketat dalam menjual obat-obatan yang berpotensi disalahgunakan. Tapi yang bikin bingung saya ini lem fox, karena bebas dijual di toko-toko bahan bangunan," ujar Dany. 

Terkait kesiapan personel, Danny mengaku akan melibatkan beberapa kelompok masyarakat yang bertugas khusus dalam pengawasan. Danny juga mengaku akan segera mengumpulkan seluruh RT RW serta guru-guru di sekolah untuk membicarakan khusus mengenai geng motor. 

"Ini sudah sangat serius, program siskamling harus diaktifkan kembali. Ketua RT dan RW harus turun. Tidak kalah penting adalah pengawasan guru di sekolah, dan para orangtua siswa di  rumah," kata Dany.

Sebelumnya diberitakan, keberingasan kawanan geng motor di Makassar kian menjadi. Warga mengeluhkan perhatian dari wali kota Makassar terpilih Moh Ramdhan Pomanto dan wakilnya, Syamsu Rizal, serta aparat kepolisian.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved