Pemilu 2014

Aktivis Sulsel Usul Legislator Perempuan Pimpin DPRD

Wahida Rustam mengatakan, sudah saatnya perempuan diberi ruang dan kesempatan untuk menempati posisi strategis di parlemen.

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham Arsyam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -Sejumlah aktivis pergerakan perempuan di Sulsel mendukung sejumlah nama legislator terpilih dari kalangan perempuan untuk bersaing mengincar posisi pimpinan dewan seperti ketua, wakil ketua, ketua komisi atau fraksi baik tingat kabupaten/kota maupun provinsi.

Ketua Badan Eksekutif Nasional Solidaritas Perempuan Anging Mammiri Wahida Rustam mengatakan, sudah saatnya perempuan diberi ruang dan kesempatan untuk menempati posisi strategis di parlemen.

Selama ini, kata Wahida, peran perempuan dipentas politik seakan dicegal karena dianggap tak memiliki kapasitas mumpuni.

"Sekaranglah momentumnya perempuan diberikan kesempatan dan parpol sebagai kunci harus berani mempromosikan politisi perempuan untuk jabatan strategis dilegislatif. Kalau partai tidak mempromosikan Caleg perempuan menjadi pimpinan di DPRD maka partai diskriminatif," katanya, Senin (11/8/2014).

Dia menambahkan, lolosnya caleg perempuan ke parlemen adalah bukti kapasitas mereka sama dengan laki-laki. Keberadaan perempuan di parlemen dengan posisi yang sama dengan laki-laki dianggap sudah menjadi tuntutan zaman.

"Di antara mereka memang sudah ada yang berpengalaman (di parlemen), tapi yang jelas dengan memberikan mereka kesempatan diposisi pimpinan akan menambah pengalaman mereka," katanya.

Koordinator Simpul Aspirasi Perempuan Suysel (SAP-SS), Rosniaty, mengatakan, perempuan di parlemen selama sudah membuktikan kapastitasnya meski peran yang diberikan masih tergolong kecil seperti ketua Pansus.

Namun, kata Presidium Koalisi Perempuan (KPI) Sulselbar ini, jika partai mau lebih demokratis lagi dan egaliter, maka tak ada salahnya mereka memberikan kewenangan dn mendorong legilator perempuan keposisi pimpinan dewan.

Menurutnya, jangan dianggap perempuan hanya akan memperjuangkan perempuan saja, tapi mereka juga bisa memperjuangkan kepentingan laki-laki, kaum marginal dan anak-anak.

"Kita tentu harga mekanisme partai, tapi mendorong perempuan sebagai pimpinan adalah langkah bagus dalam upaya persamaan gender," katanya. (*)

Penulis: Ilham Arsyam
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved