Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Agar Tak Kemasukan Pencuri Saat Rumah Kosong, Matikan Lampu!

Sasaran para pelaku yakni rumah korban yang masih menyala lampu terasnya walaupun sudah siang.

Tayang:
Editor: Ina Maharani

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

TRIBUN-TIMUR.COM, JAKARTA -  Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Heru Pranoto mengimbau masyarakat agar waspada terhadap aksi pencurian rumah kosong bermodus berpura-pura sebagai pemulung.

Pasalnya awal tahun 2014 ini, pencurian rumah kosong bermodus berpura-pura menjadi pemulung kembali marak terjadi tidak hanya di Jakarta tapi juga ke Bekasi, Depok hingga Bogor, Jawa Barat.

"Terkait pencurian rumah kosong yang kian meningkat, kami imbau seluruh warga waspada. Kenapa ini terjadi, karena para pelakunya melihat ada peluang dan kesempatan," terang Heru, Minggu (23/3/2014).

Heru menjelaskan demi mengantisipasi terjadinya rumsong, diperlukan juga peran serta dari masyarakat. Pasalnya para pelaku selalu mengincar perumahan menengan ke bawah yang rata-rata pengamanannya kurang.

"Sasaran mereka ini perumahan menengah ke bawah yang rata-rata sistem pengamannya kurang. Jadi tolong dibentuk sistem pengamanan di lingkungan. Syukur-syukur ada yang mengamankan atau menjaga rumah seperti satpam atau PRT," tegas Heru.

Terakhir Heru menambahkan, cara menyiasati agar tidak menjadi korban rumsong yaitu apabila rumah dalam keadaan kosong, siang hari tidak menyalakan lampu.

"Diharapkan siang hari tidak menyalakan lampu, karena ini akan mengundang kehadiran pelaku. Mereka mengincar rumah yang siang hari lampumnya masih menyala, itu menandakan rumah kosong. Jadi lebih baik pasang timer untuk menyalakan lampu," ucap Heru.

Untuk diketahui, aksi kejahatan pencurian rumah kosong kini mulai marak terjadi. Dan modus yang dilakukan oleh para pelaku juga makin beragam, salah satunya yakni berpura-pura sebagai pemulung.

Dalam catatan Polda Metro Jaya, pada 2014 ini pencurian rumsong bermodus Pemulung pernah terjadi pada 5 Februari 2014 di Kembangan, Jakarta Barat, dan pelaku berhasil menggondol perhiasan, kamera, laptop, dan jam tangan dengan total kerugian Rp 60 juta.

Lalu pada 21 Februari 2014, aksi serupa terjadi di Cimanggis Depok dan pelaku berhasil membawa kabur laptop, televisi, kamera, jam tangan dan barang berharga lainnya senilai Rp 10 juta.

Beruntung, dari dua kasus tersebut polisi berhasil meringkus 5 orang pelaku di berbagai wilayah. Serta masih ada tiga DPO lainnya yang masih dalam perburuan.

Modus yang biasa dilakukan komplotan pelaku yakni mereka berputar-putar keliling perumahan menggunakan mobil rental pada pagi hingga sore hari mencari sasaran rumah yang sedang ditinggal penghuninya.

Sasaran para pelaku yakni rumah korban yang masih menyala lampu terasnya walaupun sudah siang.

Apabila sudah menemukan rumah sasaran, seorang pelaku akan berpura-pura menjadi pemulung yang mengais-ngais sampah di depan rumah.

Tugas pelaku yang berperan pemulung yakni memantau dan memastikan rumah sasaran benar-benar kosong dan tidak berpenghuni.

Setelah yakin bahwa rumah tersebut kosong maka para pelaku langsung masuk ke rumah dengan cara mencongkel pintu dengan obeng atau linggis yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Setelah berhasil masuk, mereka dengan leluasa menguras dan membawa kabur harta benda korbannya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved