Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Calon DPD Sulsel

Mulawarman Minta KPU Atur Lembaga Survei

agar lembaga survei tidak melakukan penggiringan opini yang bisa menyesatkan masyarakat kita dalam menentukan pilhannya

Penulis: Edi Sumardi | Editor: Muh. Taufik
MAKASSAR,TRIBUN-TIMUR.COM-Mulawarman calon Anggota DPD meminta KPU dan Bawaslu untuk segera mengatur dan mengawasi lembaga survei lokal yang ada di Sulsel, agar lembaga survei tidak melakukan penggringan opini yang bisa menyesatkan masyarakat kita dlam menentukan pilhannya dan pada akhirnya melahirkan caleg tidak berkualitas.
"Selain itu, agar lembaga survei tidak melahirkan polemik yang pada akhirnya membuat kekisruhan antar caleg yang ujungnya menimbulkan konflik antar caleg maupun partai, seperti yang sekarang ini terjadi di Sumut dan Lampung. Dimana antar partai dan antar caleg salin serang di media massa," tutur Mulawarman yang ditemui di Lapangan Sepakbola Hasanuddin Jalan Sudirman, Jumat (28/2/2014).
Cara mengaturnya, usul mantan wartawan ini menuturkan, Lembaga Survei wajib  atau mengungkapkan metode survei yan diakainya, dan mengumunkan  sumber dananya pada publik saat merilis hasil surveinya. Kedua, tidak diizinkan merilis hasil survei sebulan sebelum tanggal 9 April. Ketiga, jika lembaga survei itu mellakukan hitung cepat, sebaiknya dilakukan 2 hari ssetelah pencoblosan. Keempat, semua lembaga survei lokal harus terdaftar di KPU, agar KPU atau Bawaslu bisa mengetahui lembaga survei yang layak dan tidak layak disebut lembaga survei. Ditanya, mengapa Mulawarman meminta lembaga survei diatur sedemikian ketaat, Mulawarman yang mantan aktivis mashasiswa ini, lembaga survei salah satu penentu produk Pemilu, apakah Pemilu melahirka caleg berkualitas atau tidak berkualitas. Karena lembaga survei bisa menggiring rakyat memilih caleg.
"Bagus kalau rakyat digiring memilih caleg yang berkualitas. Tetapi,  kalau rakyat digiringnya memilih caleg yang tidak berkualitas? Berbahaya bagi bangsa ini," ujar Mulawarman.
Mulawarman jugamenegerai, kalau lembaga survei saat ini tdak hanya menjadi lembaga survei, tetapi juga menjadi tim sukses bagi yang membayarnya. Sehigga bisa dipastikan, hasil surveinya tidak objektif dan pasti memnggiring rakyat untuk memilih caleg atau partai yang membayarnya.
"Karena dia menjadi tim sukses, pastilah dia berupaya keras untuk memenangkan caleg atau partai yang membayarnya. Kalau perlu dengan berbagai cara, termasuk cara mengginring paksa opini publik untuk memilih caleg dan parta yang membayarnya," tambah Mulawarman yang dikenal akrab dengan Herman Eizer dari CRC itu.
         
Mulawarman mengakui, dia berbicara soal lembaga survei, kaena sejumlah temanya yang menjadi caleg mengeluhkan lembaga survei. "Kak Mubyl senior kami di HMI ketika saya ketemu di Jakarta pekan lalu lalu, dan banyak teman saya yang menjadi caleg di Sulsel ini, menguatirkan lembaga-lembaga survei di Sulsel melakukan penggiringan opini," tambah Mulawarman seraya mengingatkan agar KPU dan Bawaslu atau lembaga ang berwenang untuk mengatur lembaga survei ini.
         
Kepada lembaga survei, Mulawarman mengingatkan, bahwa ditangan merekelah kualitas pemilu ini ditentukan. Karena Pemilu baru bisa dikatakan berkualitas, jika hasilnya atau caleg yang terpilih adalah caleg-caleg yang berkualitas. Di Lapangan Hasanuddin, Mulawarman menemui sejumlah suppoter PSM dari kelompok Supporter Hasanuddin. MUlawarman terlihat akrab dengan Haji Lolo Ketua Supporter Hasanddin. (*)           
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved