Jelang Kedatangan SBY di Sulsel
Pengamanan "Longgar" Paspamres Marahi Satpol PP Parepare
Sejumlah Paspampres, mulai bereaksi, terkait longgarnya pengamanan di sekitar rumah jabatan Wali Kota Parepare
PAREPARE, TRIBUN-TIMUR.COM -- Sejumlah Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), mulai bereaksi, terkait longgarnya pengamanan di sekitar rumah jabatan Wali Kota Parepare, di Jl Lasiming, Senin (17/2/2014).
Bahkan kabarnya, pasukan pengawal orang nomor satu di Indonesia tersebut, memarahi sejumlah anggota satpol PP setempat, karena banyaknya pemberitaan yang muncul di sejumlah media, terkait aktifitas mereka di rumah bercat putih, lantai satu tersebut.
Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang warga Parepare, Hasrul, yang sempat mendengarkan keluhan anggota satpol PP, yang mendapatkan teguran paspampres.
"Dimarahi itu kodong anggota satpol pp pak, karena longgarki pengamanan di rujab. Apalagi semua aktifitas mereka termuat di surat kabar," kata Hasrul.
Dari pantauan Tribun di lapangan, dua hari sebelum kedatangan SBY, pengamanan di rujab yang terletak di Kelurahan Lappade, Kecamatan Ujung, mulai diperketat.
Bahkan sejumlah wartawan yang hendak mengambil suasana penyambutan di rujab tersebut, mulai dibatasi. Mereka hanya diperbolehkan mengambil gambar dari luar area rujab setempat.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi, Universitas Muhammadiyah (Umpar), Parepare, Rizky, menyorot persiapan kedatangan SBY bersama rombongan, yang dianggapnya berlebihan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Rizky, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Senin (17/2/2014). Menurutnya, Pemkot Parepare, terkesan over dalam menyambut SBY.
"Padahal jika jadi dan sesuai jadwal, SBY dan rombongan hanya berada di rujab selama 13 jam. Namun persiapan dilakukan sudah sejak dua pekan lalu, dan memakan anggaran APBD, sekitar Rp 300 juta," kata Riky.
Ia bahwa awalnya ingin menggelar aksi unjuk rasa, terkait kedatangan SBY. Namun rencana aksi tersebut, urung dilakukan karena tak mendapatkan izin dari kepolisian setempat.
"Kami hanya ingin menegaskan bahwa persiapan kunjungan ini, terlalu berlebihan. Saya mendengar bahwa pasokan air dan listrik, tidak akan berkurang selama rombongan SBY, mampir di rujab Wali Kota Parepare, padahal jika mau jujur, masih banyak warga Parepare, yang tidak mendapatkan air bersih," kata Rizky.
Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat Parepare, Ahmad Ridha Ali. Menurutnya, seharusnya persiapan memang ada, namun tak perlu berlebihan.
" Yang saya amati, semua pihak pengamanan dan pemkot Parepare, tegang sejak beredar kabar jika SBY mau mampir dan menginap di Parepare," ujar mantan Ketua DPRD Parepare tersebut.
Ia bahkan mengatakan bahwa, kunjungan SBY bukanlah hal yang istimewa, dan biasa biasa saja." Pak SBY itu presiden Indonesia, dan milik Indonesia. Kenapa harus berlebihan, lain halnya jika SBY berkunjung ke negara lain. Yang dia kunjungi kali ini adalah Parepare, dan beberapa kabupaten lainnya, dan itu masuk wilayah NKRI, tidak perlu berlebihanlah," ujarnya.(*)