Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kondiloma Akuminata Penyakit Seksual Menular

Salah satu akibat dari kebiasaan berganti-ganti pasangan saat berhubungan seksual, yakni terjangkitnya penyakit Kondiloma Akuminata.

Penulis: Anita Kusuma Wardana | Editor: Suryana Anas

MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM -Salah satu akibat dari kebiasaan berganti-ganti pasangan saat berhubungan seksual, yakni dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit Kondiloma Akuminata. Penyakit yang dikenal dengan istilah Jengger Ayam di masyarakat ini merupakan penyakit seksual yang menular dan mengincar organ intim manusia.

Penyakit ini disebabkan oleh virus jenis  Human Papilloma Virus (HPV) tipe 6 dan 11, dimana jenis virus ini memiliki sekitar 200 jenis tipe. Sedangkan Virus HPV Tipe 16 dan 18 merupakan menyebab dari penyakit kanker mulut rahim (serviks). Penyebaran virus ini melalui hubungan seksual baik melalui genito-genital, anogenital (anus) maupun penularan ibu kepada anak saat melahirakan melalui proses normal.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Dr dr Muh Dali Amiruddin, SpKK (K), FINSDV mengatakan pada umumnya Kondiloma Akuminata paling sering tumbuh alat kelamin

Pada pria, area yang sering terkena adalah ujung dan batang penis dan dibawah kulit depannya (jika tidak disunat). Pada wanita, kutil timbul di vulva, dinding vagina, leher rahim (serviks) dan kulit di sekeliling vagina. Jenis penyakit ini pun sering muncul di daerah sekeliling anus dan rektum, terutama pada pria homoseksual dan wanita yang melakukan hubungan seksual melalui dubur.

"Penyakit ini memang sering muncul pada orang dengan usia seksual produktif. Proses inkubasinya antara tiga sampai delapan bulan. Gejalanya terjadi Asimptomatik serta muncul Papul  keratotik seperti plak keratotik dan cauliflower atau istilahnya seperti kutil pada kelamin. Gejala awalnya bahkan tidak terasa gatal,"katanya, Jumat (24/1/2014).

Penderita Kondiloma Akuminata sebaiknya segera mengikuti pengobatan agar tidak menularkan penyakit tersebut kepada pasangannya.  Selama masa pengobatan pun, tidak hanya untuk penderita tapi sebaiknya pasangannya pun harus mengikuti proses pengobatan meskipun belum terinfeksi, untuk mencegah penularannya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved