Pileg 2014
Cerita Buhari Kahar Muzakkar soal Saingan Baliho dengan Azikin Solthan
Buhari Kahar Muzakkar punya cerita soal balihonya untuk sosialisasi pencalonan dirinya sebagai legislator DPR RI
Penulis: Edi Sumardi | Editor: Suryana Anas
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional Sulsel, Buhari Kahar Muzakkar punya cerita soal balihonya untuk sosialisasi pencalonan dirinya sebagai legislator DPR RI. Anggota Komisi B DPRD Sulsel ini mencalonkan diri melalui daerah pemilihan Sulsel III. Kendati demikian, Buhari memasang baliho untuk sosialisasi di Makassar. Makassar masuk dalam daerah pemilihan Sulsel I.
Ada alasan tersendiri bagi putra pejuang, Kahhar Mudzakkar itu memasang baliho, bukan di daerah pemilihannya. Karena itu pula, dia ditiru calon legislator lain.
Buhari menceritakan soal balihonya saat membacakan pandangan Fraksi Partai Amanat Nasional DPRD Sulsel dalam rapat paripurna, Senin (9/12/2013) tengah malam.
Baliho Buhari, calon legislator nomor urut dua, dipasang di pertigaan Jl RS Islam Faisal dengan Jl Andi Pangerang Petta Rani, Makassar, samping warung kopi dan coto Marasa. Di balihonya, ada slogan berbunyi, "Kritis memberi solusi."
Suatu ketika, datanglah mantan Bupati Bantaeng, Azikin Solthan sekaligus calon legislator DPR RI daerah pemilihan Sulsel I, nomor urut satu, Partai Gerindra, di warung Marasa. Dia bertemu dengan Buhari.
Sempat terjadi perdebatan antara Azikin dengan Buhari soal pemasangan baliho di luar daerah pemilihan. Buhari sempat mengkritisi Azikin yang tak banyak memasang baliho di daerah pemilihannya, malah dirinya yang bukan dari daerah pemilihan Sulsel I, lebih banyak memasang baliho.
"Mengapa pasangan baliho di sini padahal bukan dapil-nya (daerah pemilihan)" kata Azikin seperti ditirukan Buhari. Lalu dijawablah Buhari, "Banyak orang Luwu datang makan coto di sini."
Buhari berharap, orang Luwu yang mampir ke warung itu melihat baliho sosialisasinya. Luwu masuk dalam daerah pemilihan Sulsel III. Menurut Buhari, sosialisasi tak mutlak dilakukan di daerah pemilihan. Tempat dimana banyak warga dari daerah pemilihan berkumpul, sosialisasi juga dapat dilakukan di situ.
Tak lama setelah perdebatan, lalu Azikin memasang baliho dengan slogan, "Teruji dan berpengelaman." Baliho keduanya dipasang bersebelahan.(*)