Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pemasok Detonator Asal Malaysia Ditangkap di Parepare

Satuan gabungan dari reskrim, intelkam Polres Parepare,

Editor: Muh. Taufik
PAREPARE,TRIBUN-TIMUR.COM- Satuan gabungan dari reskrim, intelkam Polres Parepare, berhasil mengamankan ribuan detonator, yang diduga dipasok dari negara tetangga Malasysia,  sekitar pukul 19.00 wita, Jumat (7/6/2013).

Selain detonator, kepolisian setempat, mengamankan seorang tersangka yang diketahui bernama Ruslan, warga Sidrap. Namun kabar penggerebekan pemasok detonator tersebut, baru diketahui kalangan wartawan, Sabtu (8/6/2013).

Informasi yang dihimpun dari lapangan mengungkapkan, penggerebekan tersebut dilakukan di Jl Kebun Sayur Parepare, atau hanya berjarak sekitar 50 meter dari Depot Pertamina, Parepare.

Awalnya tersangka turun dari Kapal Motor (KM) Thalia di pelabuhan Nusantara Kota Parepare. Petugas kemudian menguntit pelaku hingga ke rumah salah seorang pengusaha, AS, warga Kecamatan Soreang, Kota parepare.

Bahkan tersangka sempat berusaha mengelabui petugas saat setelah mengambil detonator dengan berkeliling pakai mobil bernomor polisi DD 888 XM hingga malam hari. Namun akhirnya John disergap saat hendak masuk ke rumah temannya, AS, yang merupakan pengusaha di Parepare.

Saat penggerebekan terjadi, ribuan detonator tersebut diangkut dengan menggunakan mobil fortuner berwarna putih. Saat itu tersangka sedang bersama dua orang keluarganya. Namun kedua keluarga Ruslan tersebut, oleh kepolisian hanya dijadikan saksi.

Empat ribu detonator, tersebut dibungkus dalam beberapa empat puluh dos berukuran kecil. Kepada aparat kepolisian, tersangka mengakui jika barang tersebut didapatkannya dari Malaysia, yang masuk melalui Nunukan dan Pelabuhan Parepare.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Parepare, AKP Wahyudi Rahman, yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya penggerebekan pemilik detonator.

" Inilah yang kami selidiki peruntukannya untuk apa. Namun, menurut pengakuan tersangka, barang itu untuk nelayan. Namun kita tetap melakukan pengembangan, termasuk apakah tersangka masuk dalam jaringan teroris," jelas Wahyudi.

Selain itu Wahyudi juga mengatakan bahwa, selain melakukan pengembangan kasus tersebut, kepolisian setempat juga memeriksa dua keluarga Ruslan yaitu Lb dan Am.

"Untuk sementara ini kami masih memeriksa dua orang yang ikut dalam mobil milik Ruslan. Apakah mereka memang terlibat atau tidak," tegas Wahyudi.

201 lalu, kepolisian setempat juga mengamankan 6980 detonator dari tangan tersangka bernama Nawawi, yang turun di Pelabuhan Parepare. Detonator tersebut dibungkus dalam beberapa kardus sirup. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved