Pemasok Detonator Asal Malaysia Ditangkap di Parepare
Satuan gabungan dari reskrim, intelkam Polres Parepare,
Selain detonator, kepolisian setempat, mengamankan seorang tersangka yang diketahui bernama Ruslan, warga Sidrap. Namun kabar penggerebekan pemasok detonator tersebut, baru diketahui kalangan wartawan, Sabtu (8/6/2013).
Informasi yang dihimpun dari lapangan mengungkapkan, penggerebekan tersebut dilakukan di Jl Kebun Sayur Parepare, atau hanya berjarak sekitar 50 meter dari Depot Pertamina, Parepare.
Awalnya
tersangka turun dari Kapal Motor (KM) Thalia di pelabuhan Nusantara Kota
Parepare. Petugas kemudian menguntit pelaku hingga ke rumah salah
seorang pengusaha, AS, warga Kecamatan Soreang, Kota parepare.
Bahkan tersangka sempat berusaha mengelabui petugas saat setelah
mengambil detonator dengan berkeliling pakai mobil bernomor polisi DD
888 XM hingga malam hari. Namun akhirnya John disergap saat hendak masuk
ke rumah temannya, AS, yang merupakan pengusaha di Parepare.
Saat penggerebekan terjadi, ribuan detonator tersebut diangkut
dengan menggunakan mobil fortuner berwarna putih. Saat itu tersangka
sedang bersama dua orang keluarganya. Namun kedua keluarga Ruslan
tersebut, oleh kepolisian hanya dijadikan saksi.
Empat ribu detonator, tersebut dibungkus dalam beberapa empat puluh
dos berukuran kecil. Kepada aparat kepolisian, tersangka mengakui jika
barang tersebut didapatkannya dari Malaysia, yang masuk melalui Nunukan
dan Pelabuhan Parepare.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Parepare,
AKP Wahyudi Rahman, yang dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya
penggerebekan pemilik detonator.
" Inilah yang kami selidiki
peruntukannya untuk apa. Namun, menurut pengakuan tersangka, barang itu
untuk nelayan. Namun kita tetap melakukan pengembangan, termasuk apakah
tersangka masuk dalam jaringan teroris," jelas Wahyudi.
Selain itu Wahyudi juga mengatakan bahwa, selain melakukan
pengembangan kasus tersebut, kepolisian setempat juga memeriksa dua
keluarga Ruslan yaitu Lb dan Am.
"Untuk sementara ini kami masih
memeriksa dua orang yang ikut dalam mobil milik Ruslan. Apakah mereka
memang terlibat atau tidak," tegas Wahyudi.