Diartikan Negatif, APK Pijat Refleksi Gowa Angkat Bicara

Munculnya beberapa tanggapan miring mengenai panti pijat


SUNGGUMINASA,TRIBUN-TIMUR.COM- Munculnya beberapa tanggapan miring mengenai panti pijat yang tidak mencerminkan Gowa sebagai kota religius, membuat Asosiasi Pelayanan Kesehatan (APK) Pijat Refleksi Gowa angkat bicara.

"Pengkonatasian pelayanan kesehatan pijat refleksi jangan diartikan atau diidentikkan dengan praktek prostitusi terselubung. Hal tersebut sangat mengganggu usaha kami sehingga pemerintah daerah menilai merusak tatanan masyarakat Gowa yang dikenal religius,"papar Ketua APK, Mustari kepada sejumlah media, Kamis (9//5).

Hal ini sehubungan dengan adanya keinginan pemerintah menutup tujuh usaha pijat refleksi yakni Pijat Refleksi Milano, Gemini, Citra, Makmur, Permata dan Arini yang ada di Kota Sungguminasa. Padahal, usaha pijat refleksi ini tetap memiliki izin resmi baik berupa Izin Gangguan (HO) maupun pemantauan rutin yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Lebih dari 100 orang karyawan yang bekerja di tujuh pijat refleksi dibawah naungan APK menggantungkan hidupnya dari jasa tersebut. Mereka sudah puluhan tahun tinggal di Gowa dan bekerja demi perbaikan taraf ekonomi bagi keluarganya dan umumnya masih sekolah.
  
"Kita melihat dan mencermati lebih ke dalam lagi jangan hanya melihat sisi luarnya saja dengan anggapan pelanggaran norma agama yang selalu dibesar-besarkan. Penilaian sepihak bukanlah fakta dan realita, pandanglah dengan hati. Ratusan karyawan itu menggantungkan nasibnya bukan untuk tabungan masa depan tapi hanya  bisa dimakan saat itu juga,"lanjut Mustari.

Kalau ada usaha yang masuk dalam naungan APK Gowa terbukti melakukan kegiatan prostitusi, Mustari akan melakukan tindakan tegas. Termasuk  karyawan yang praktek prostitusi yang dilakukan akan dilaporkan ke pihak kepolisian. Oleh karena itu, berharap kepada semua komponen yang ada di Gowa secara bersama-sama memantau dan memberikan peringatan bila ada karyawan melakukan perbuatan tidak terpuji.

Ilmu pijat refleksi tidak dilakukan begitu saja karena teknis pendekatannya juga berkaitan dengan akupuntur dan akupresur. Ketiganya, berpijak pada prinsip bahwa setiap bagian tubuh, seperti organ dan kelenjar, diwakili oleh titik-titik saraf pada permukaan tubuh dan membutuhkan kerenggangan sehingga peredaran darah lancar.

Organ-organ dan kelenjar-kelenjar ini dapat dicapai dengan menekan titik-titik saraf tersebut, baik dengan jempol, jari, atau dengan alat tumpul. Karena itu, seluruh anatomi tubuh dapat dipetakan dalam diagram telapak kaki dan telapak tangan. Pijat refleksi memiliki banyak manfaat, bukan hanya secara fisiologi, tetapi juga secara psikologi, dan spiritual.

Selain itu, pijat refleksi juga ternyata bisa mengurangi rasa sakit sehingga kita tidak tergantung pada obat-obatan sebagai pain killer. Tetapi, manfaat utama pijat refleksi adalah melancarkan peredaan darah.(*)
Penulis: Waode Nurmin
Editor: Muh. Taufik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved