Penetapan Gubernur Sulsel
Hipmi Makassar: Tak Perlu Tutup Toko
bahwa hal tersebut merupakan dampak dari kekhawatiran oleh pengusaha yang bersangkutan.
Tayang:
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Ina Maharani
Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasriyani Latif
Makassar, Tribun-timur.com -- Menyusul tertutupnya sejumlah toko di Makassar terkait rapat penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Makassar, Irwan Zulkarnain, menilai, bahwa hal tersebut merupakan dampak dari kekhawatiran oleh pengusaha yang bersangkutan.
Dia menyebut bahwa tidak ada kondisi yang perlu ditakutkan sekaitan dengan rapat pleno KPU.
"Ini kan sudah final. Apalagi sudah ada jaminan keamanan dari Polri, TNI, serta aparat keamanan lainnya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya kepada Tribun, Kamis (31/1/2013).
Menurutnya, seiring dengan penutupan toko tersebut, malah yang dirugikan adalah pembeli dan pemilik toko itu sendiri. Meski demikian, dia tidak menilai negatif atas kebijakan yang diambil sebagian pemilik toko.
"Jadi yang pilih tutup itu bentuk kekhawatiran pengusaha saja. Makassar amanlah. Tidak ada kondisi yang ditakutkan," katanya.
Diapun berharap agar masyarakat bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif. "Kan kasihan kalau ada kondisi yang mencekam. Karyawan tidak masuk kantor, anak-anak tidak sekolah," tambahnya. (*)
Makassar, Tribun-timur.com -- Menyusul tertutupnya sejumlah toko di Makassar terkait rapat penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Makassar, Irwan Zulkarnain, menilai, bahwa hal tersebut merupakan dampak dari kekhawatiran oleh pengusaha yang bersangkutan.
Dia menyebut bahwa tidak ada kondisi yang perlu ditakutkan sekaitan dengan rapat pleno KPU.
"Ini kan sudah final. Apalagi sudah ada jaminan keamanan dari Polri, TNI, serta aparat keamanan lainnya untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya kepada Tribun, Kamis (31/1/2013).
Menurutnya, seiring dengan penutupan toko tersebut, malah yang dirugikan adalah pembeli dan pemilik toko itu sendiri. Meski demikian, dia tidak menilai negatif atas kebijakan yang diambil sebagian pemilik toko.
"Jadi yang pilih tutup itu bentuk kekhawatiran pengusaha saja. Makassar amanlah. Tidak ada kondisi yang ditakutkan," katanya.
Diapun berharap agar masyarakat bersama-sama menciptakan kondisi yang kondusif. "Kan kasihan kalau ada kondisi yang mencekam. Karyawan tidak masuk kantor, anak-anak tidak sekolah," tambahnya. (*)